Dengan Air Mata dan Doa, Istri Korban KM Putri Sakinah Ikut Menyalakan Seribu Lilin di Labuan Bajo
![]() |
| Dengan Air Mata dan Doa, Istri Korban KM Putri Sakinah Ikut Menyalakan Seribu Lilin di Labuan Bajo |
Katolik Terkini - Komisi Kateketik Keuskupan Labuan Bajo menggelar doa Rosario bersama dan aksi seribu lilin sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual bagi Tim SAR Gabungan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, serta keluarga korban tenggelamnya KM Putri Sakinah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (2/1/2026) malam, menyusul tragedi kecelakaan laut yang terjadi pada Jumat (26/12/2025) lalu.
Hingga saat ini, tiga orang korban dalam peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah masih dinyatakan hilang dan terus dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Doa bersama yang berlangsung dengan penuh khidmat ini diikuti sekitar 1.000 umat, yang terdiri dari umat awam, biarawan-biarawati, serta para imam.
Doa dipanjatkan secara khusus bagi keluarga korban, terutama Keluarga Fernando Martin, serta bagi istri Fernando Burgos Sainz yang tengah dilanda duka mendalam.
Selain itu, umat juga memohon kelancaran, keselamatan, dan kekuatan bagi seluruh tim yang terlibat dalam operasi pencarian para korban.
Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Labuan Bajo, Romo Hermen Sanusi, mengatakan bahwa kegiatan doa Rosario dan aksi seribu lilin ini merupakan wujud empati, solidaritas, dan kepedulian Gereja terhadap para korban serta keluarga yang terdampak tragedi tersebut.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan dukungan moral dan spiritual kepada keluarga korban yang saat ini sedang berduka. Kehadiran umat, biarawan-biarawati, dan para imam menegaskan bahwa kita sungguh berempati dan ikut berbela rasa atas apa yang sedang mereka alami,” ujar Romo Hermen saat ditemui usai kegiatan tersebut.
Ia menambahkan, doa bersama ini juga menjadi bentuk dukungan nyata bagi Tim SAR, KSOP, dan seluruh unsur yang tanpa lelah melakukan pencarian terhadap para korban yang hingga kini belum ditemukan.
Menurut Romo Hermen, aksi penyalaan seribu lilin yang dilakukan umat memiliki makna mendalam sebagai simbol harapan, doa, serta cinta kasih. Lilin-lilin tersebut melambangkan pengharapan agar para korban yang masih hilang dapat segera ditemukan, sekaligus menjadi penguatan bagi keluarga korban bahwa mereka tidak sendirian menghadapi masa sulit.
“Lilin ini adalah lambang harapan kami semua, bahwa dengan doa bersama dan perantaraan Bunda Maria, saudara-saudara kita yang belum ditemukan dapat segera ditemukan. Ini juga menjadi tanda bahwa kami berdiri bersama keluarga korban dalam doa dan solidaritas,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, keluarga korban serta Wakil Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Fernando Burgos Sainz, tampak hadir dan ikut berdoa bersama serta menyalakan lilin. Kehadiran keluarga korban menambah suasana haru dan semakin memperkuat makna solidaritas yang terbangun dalam doa bersama tersebut.
Salah satu korban selamat, yang juga merupakan istri dan ibu dari tiga korban yang hingga kini belum ditemukan, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh umat yang hadir dan mendoakan keluarganya.
“Terima kasih, terima kasih,” ucapnya singkat dalam sebuah video yang beredar di media sosial.
Aksi seribu lilin ini menjadi simbol pengharapan dan doa bersama agar para korban yang masih hilang dapat segera ditemukan. Lilin juga melambangkan cinta, penguatan, serta kebersamaan, bahwa keluarga korban tidak sendiri menghadapi duka mendalam, karena dukungan doa terus mengalir dari umat dan seluruh pihak yang hadir.(AD)

Posting Komentar