-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Humaniora Internasional Perdamaian Traveling Di Hadapan Erdogan, Paus Leo XIV Ajak Dunia Lawan Perpecahan dan Kekerasan
Berita Humaniora Internasional Perdamaian Traveling

Di Hadapan Erdogan, Paus Leo XIV Ajak Dunia Lawan Perpecahan dan Kekerasan

Katolik terkini
Katolik terkini
27 Nov, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Sumber foto dari Catholic News Agency (CNA)

Katolik Terkini - Paus Leo XIV memulai perjalanan internasional pertamanya pada Kamis (27/11) dengan seruan luas untuk persatuan, dialog, dan penolakan terhadap perpecahan serta kekerasan global. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Vatikan dan negara-negara yang ia kunjungi, termasuk Turki dan Lebanon.

Seperti diansir dari Catholic News Agency (CNA), Dalam sambutannya di ibu kota Turki, Ankara, saat disambut secara resmi oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan, Paus Leo menyatakan harapannya agar Turki menjadi “sumber stabilitas dan rapprochement antarbangsa” serta mendukung terciptanya “perdamaian yang adil dan abadi.”

Paus menegaskan pentingnya persaudaraan yang menghargai perbedaan, mengingatkan bahwa Turki memiliki hubungan historis yang erat dengan asal-usul Kekristenan.

Perjalanan enam hari ini akan membawa paus juga ke Lebanon. Paus menyebut bahwa masyarakat di kawasan itu dapat mengingatkan dunia bahwa perdamaian, martabat manusia, dan persaudaraan “adalah satu-satunya dasar yang pasti untuk masa depan bersama kita.”

Simbol Politik dan Sejarah Turki

Paus Leo berbicara di Istana Kepresidenan yang megah, simbol otoritas politik Turki modern sejak peresmiannya oleh Erdogan pada 2014. Meski pernah menjadi sasaran bom saat upaya kudeta gagal pada 2016, istana ini tetap menjadi pusat keputusan politik dan diplomasi Turki.

Sebelum bertemu Presiden Erdogan, paus juga memberikan penghormatan di makam Mustafa Kemal Ataturk, pendiri dan presiden pertama Republik Turki.

Dalam sambutannya, Presiden Erdogan memuji keterbukaan budaya dan harmoni antaragama di Turki, serta komitmen negara terhadap perdamaian dan bantuan kemanusiaan, termasuk penerimaan pengungsi dari perang sipil Suriah.

Penolakan terhadap Mentalitas “Kuat adalah Benar”

Dalam pidatonya, Paus Leo menekankan perlunya menolak mentalitas “might is right” atau “kuat adalah benar.” Paus mendorong terciptanya “budaya pertemuan” untuk melawan apa yang disebutnya sebagai “globalisasi ketidakpedulian.”

Keadilan dan belas kasih, menurut paus, harus menjadi pedoman dalam kehidupan politik dan sosial. Ia juga memperingatkan risiko kecerdasan buatan yang dapat memperkuat ketidaksetaraan karena “hanya mereproduksi preferensi kita sendiri,” sekaligus menyerukan kerja sama global untuk “memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi pada persatuan keluarga manusia kita.”

Persatuan dan Pluralitas

Paus Leo mengingatkan bahwa masa depan umat manusia dipertaruhkan jika dunia menyerah pada konflik. Ia menekankan pluralitas sebagai kunci vitalitas sosial Turki dan memperingatkan bahwa uniformitas dapat menyebabkan kemiskinan sosial.

Mengambil simbol jembatan yang membentang di Selat Dardanella, paus menegaskan bahwa jembatan itu bukan hanya penghubung Asia dan Eropa, tetapi juga lambang persatuan dan keterhubungan Turki dengan dirinya sendiri.

Paus juga mengenang Santo Yohanes XXIII, “Paus Turki,” yang selama hampir satu dekade menjadi diplomat Vatikan di Turki dan memastikan umat Katolik tidak terpinggirkan pada dekade awal republik.

Paus Leo menolak isolasionisme sebagai “logika palsu,” menyoroti peran perempuan dalam masyarakat, dan menekankan pentingnya keluarga sebagai inti dari eksistensi manusia.

Momentum Ekumenis

Kunjungan ini bertepatan dengan peringatan 1700 tahun Konsili Nicea, yang menjadi dorongan utama kunjungan paus. Acara ini akan mencakup pertemuan ekumenis dan ibadah bersama pemimpin Gereja Ortodoks Timur, menekankan pentingnya dialog dan pertemuan yang berkelanjutan.

Turki telah berperan dalam sejumlah konflik regional beberapa tahun terakhir, termasuk perang Suriah dan dukungan terhadap Azerbaijan dalam konflik dengan Armenia.

Ankara juga aktif dalam upaya diplomatik, menjadi mediator antara Rusia dan Ukraina, serta berperan dalam diskusi gencatan senjata yang melibatkan Hamas.

Paus Leo dijadwalkan melanjutkan perjalanannya ke Istanbul setelah pidato ini, dan tidak memiliki agenda publik lain pada hari Kamis.(AD)

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara

Katolik terkini- Maret 02, 2026 0
Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara
Katolik Terkini - Keputusan Sr. Evelyn del Nino Jesus menjadi biarawati Katolik bukanlah langkah yang lahir dalam semalam. Pilihan itu merupakan puncak dari p…

Most Popular

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

Maret 02, 2026
Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Februari 28, 2026
Antara Jubah dan Kuasa Hukum: Dilema Moral Seorang Imam di Kasus TPPO Sikka

Antara Jubah dan Kuasa Hukum: Dilema Moral Seorang Imam di Kasus TPPO Sikka

Februari 27, 2026
Antara Tuduhan dan Fakta: Catatan Seorang Pelayan Paroki tentang Mgr Paskalis

Antara Tuduhan dan Fakta: Catatan Seorang Pelayan Paroki tentang Mgr Paskalis

Februari 23, 2026

Editor Post

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

Maret 02, 2026
Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Februari 28, 2026
Antara Jubah dan Kuasa Hukum: Dilema Moral Seorang Imam di Kasus TPPO Sikka

Antara Jubah dan Kuasa Hukum: Dilema Moral Seorang Imam di Kasus TPPO Sikka

Februari 27, 2026
Antara Tuduhan dan Fakta: Catatan Seorang Pelayan Paroki tentang Mgr Paskalis

Antara Tuduhan dan Fakta: Catatan Seorang Pelayan Paroki tentang Mgr Paskalis

Februari 23, 2026

Populart Categoris

  • Berita820
  • Cerpen7
  • Doa79
  • Film17
  • Filsafat9
  • Internasional342
  • Jelajah114
  • Lifestyle195
  • Nasional117
  • Pelayanan Sosial114
  • Puisi2
  • Refleksi336
  • Sosok303
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini