-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Doa Internasional Sosok Berduka - Paus Fransiskus Meninggal: Ini Ritus Pemakaman Baru Sesuai Permintaannya
Berita Doa Internasional Sosok

Berduka - Paus Fransiskus Meninggal: Ini Ritus Pemakaman Baru Sesuai Permintaannya

Katolik terkini
Katolik terkini
21 Apr, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Katolik Terkini - Umat Katolik berduka atas wafatnya Paus Fransiskus pada usia 88 tahun.

Kabar duka ini diumumkan secara resmi oleh Kardinal Kevin Farrell, Camerlengo dari Kamar Apostolik, pada pukul 09:45 pagi waktu Vatikan, Senin (21/4).

Dalam pernyataannya yang disampaikan dari Casa Santa Marta, ia menyatakan:

"Saudara-saudari terkasih, dengan dukacita yang mendalam saya harus mengumumkan wafatnya Bapa Suci kita, Fransiskus. Pukul 07:35 pagi ini, Uskup Roma, Fransiskus, telah kembali ke rumah Bapa..." dikutip dari lama resmi Vatikan, Vatican News, Senin (21/4/2015).

Paus Fransiskus, yang nama lahir Jorge Mario Bergoglio, sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Poliklinik Agostino Gemelli sejak 14 Februari 2025.

Beliau dirawat setelah menderita bronkitis selama beberapa hari. Kondisinya sempat memburuk, hingga para dokter mendiagnosisnya dengan pneumonia bilateral pada 18 Februari.

Setelah 38 hari di rumah sakit, beliau dipulangkan ke kediamannya di Casa Santa Marta untuk melanjutkan masa pemulihan. Namun, kondisinya tak kunjung membaik.

Riwayat Kesehatan dan Perjuangan Panjang

Paus Fransiskus telah lama bergelut dengan masalah pernapasan. Pada usia awal 20-an, ia pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru di Argentina akibat infeksi parah.

Dalam beberapa tahun terakhir, beliau kerap mengalami gangguan pernapasan. Pada November 2023, beliau bahkan membatalkan kunjungan kenegaraan ke Uni Emirat Arab karena influenza dan peradangan paru-paru.

Ritus Pemakaman Paus Mengikuti Pedoman Baru

Menariknya, pada April 2024, Paus Fransiskus sempat menyetujui edisi terbaru dari Ordo Exsequiarum Romani Pontificis—buku liturgi yang mengatur tata cara pemakaman Paus.

Edisi kedua ini memperkenalkan beberapa elemen baru, termasuk prosedur penetapan wafat yang kini dilakukan di kapel, bukan lagi di kamar tempat Paus wafat. Jenazah Paus pun langsung ditempatkan di dalam peti mati.

Menurut Uskup Agung Diego Ravelli, Master Upacara Apostolik, Paus Fransiskus secara pribadi meminta agar ritus pemakamannya disederhanakan dan lebih menekankan pada iman akan Kristus yang bangkit.

"Ritus yang diperbarui ini bertujuan untuk semakin menegaskan bahwa pemakaman Paus Roma adalah pemakaman seorang gembala dan murid Kristus, bukan seorang tokoh berkuasa dunia ini," ujar Ravelli.

Warisan Paus Fransiskus

Sepanjang masa kepemimpinannya, Paus Fransiskus dikenal sebagai sosok pembaharu yang sederhana, merakyat, dan peduli terhadap kaum miskin serta terpinggirkan.

Beliau selalu menekankan pentingnya cinta kasih, keberanian, dan kesetiaan terhadap Injil dalam kehidupan sehari-hari umat Katolik di seluruh dunia.

Prosesi pemakaman resmi akan segera diumumkan oleh pihak Vatikan, dan diharapkan akan dihadiri oleh para pemimpin dunia, tokoh agama, serta jutaan umat Katolik dari berbagai penjuru dunia. (AD)

Sumber: Vatican News 

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?

Katolik terkini- Januari 24, 2026 0
Apakah Jabatan Uskup atau Kardinal Patut Menjadi Ambisi Para Imam?
Foto sebagai Ilustrasi Oleh: Joan Damaiko Udu Katolik Terkini - Dua peristiwa monumental dalam perjalanan rohani Mgr. Paskalis Bruno Syukur – mundur dari jaba…

Most Popular

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Natal di Sentani, Zita Anjani Hadirkan Pesan Damai, Kebersamaan dan Keberagamaan dari Papua

Natal di Sentani, Zita Anjani Hadirkan Pesan Damai, Kebersamaan dan Keberagamaan dari Papua

Januari 19, 2026
Belarasa Orang Samaria, Inti Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Orang Sakit Sedunia

Belarasa Orang Samaria, Inti Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Orang Sakit Sedunia

Januari 21, 2026

Editor Post

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Natal di Sentani, Zita Anjani Hadirkan Pesan Damai, Kebersamaan dan Keberagamaan dari Papua

Natal di Sentani, Zita Anjani Hadirkan Pesan Damai, Kebersamaan dan Keberagamaan dari Papua

Januari 19, 2026
Belarasa Orang Samaria, Inti Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Orang Sakit Sedunia

Belarasa Orang Samaria, Inti Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Orang Sakit Sedunia

Januari 21, 2026

Populart Categoris

  • Berita790
  • Cerpen7
  • Doa78
  • Film17
  • Filsafat8
  • Internasional335
  • Jelajah113
  • Lifestyle190
  • Nasional105
  • Pelayanan Sosial111
  • Puisi2
  • Refleksi321
  • Sosok294
  • Teologi67
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini