10 Pesan Paus Leo XIV yang Mengubah Cara Kaum Muda Menjalani Iman di Tahun 2026
Katolik Terkini - Paus Leo XIV menyerukan ajakan kuat kepada kaum muda Katolik untuk menata kembali hidup iman mereka menjelang tahun 2026. Seruan tersebut disampaikan dalam dialog bersama ribuan peserta National Catholic Youth Conference (NCYC) yang digelar pada 21 November 2025 di Indianapolis.
Acara ini menjadi perjumpaan digital pertama Paus Leo XIV dengan para remaja dan kaum muda Amerika Serikat sejak awal masa kepausannya.
Dalam pertemuan yang berlangsung di stadion dan disaksikan secara luas melalui siaran digital, sejumlah kaum muda diberi kesempatan mengajukan pertanyaan langsung kepada Bapa Suci.
Pertanyaan-pertanyaan itu mencerminkan pergumulan nyata generasi muda saat ini, mulai dari kehidupan doa, tantangan teknologi, relasi persahabatan, hingga harapan akan masa depan Gereja.
Menanggapi hal tersebut, Paus Leo XIV memberikan nasihat pastoral yang konkret dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menjelang Tahun Baru, pesan-pesan Paus tersebut dirangkum dalam sepuluh komitmen dan praktik iman yang diharapkan dapat menjadi pegangan rohani bagi kaum muda Katolik di seluruh dunia sepanjang tahun 2026.
Paus Leo XIV terlebih dahulu menekankan pentingnya sakramen tobat sebagai jalan untuk mengalami belas kasih Allah. Ia mengajak kaum muda untuk tidak menjauh dari Tuhan saat jatuh dalam dosa atau kegagalan, melainkan semakin sering datang ke pengakuan dosa.
Menurutnya, dalam sakramen tersebut, Yesus sendiri menjumpai umat melalui imam dan memberikan kepastian akan pengampunan serta awal yang baru.
Selain itu, Paus mendorong kaum muda untuk membiasakan diri memulai dan mengakhiri setiap hari bersama Yesus.
Dengan mempersembahkan hari kepada Tuhan di pagi hari dan melakukan refleksi di malam hari, umat diajak untuk menyerahkan seluruh persoalan, sukacita, dan kegagalan hidup kepada Kristus secara jujur dan penuh kepercayaan.
Dalam konteks kehidupan doa, Paus Leo XIV juga menyoroti pentingnya adorasi Ekaristi. Ia mengajak kaum muda untuk meluangkan waktu secara teratur di hadapan Sakramen Mahakudus, agar mereka dapat mengalami kasih Yesus yang memandang setiap pribadi dengan penuh cinta. Dari adorasi inilah, iman dan kekuatan rohani diharapkan terus diperbarui.
Lebih lanjut, Paus menekankan bahwa doa bukan sekadar kewajiban, melainkan sarana membangun persahabatan sejati dengan Yesus. Ia mengingatkan bahwa seseorang tidak dapat menyerahkan pergumulan hidupnya kepada Pribadi yang hampir tidak dikenalnya.
Oleh karena itu, Paus mendorong kaum muda untuk membangun relasi yang akrab dengan Kristus melalui doa pribadi dan pembacaan Kitab Suci secara rutin.
Persahabatan dengan sesama juga mendapat perhatian khusus dalam pesan Paus Leo XIV. Ia mengakui bahwa membangun persahabatan yang tulus bukanlah hal mudah di zaman ini.
Namun, Paus mengajak kaum muda untuk mencari dan memelihara setidaknya satu sahabat yang setia dalam iman; sahabat yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membantu bertumbuh semakin dekat dengan Yesus dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Dalam pesannya, Paus juga menegaskan pentingnya devosi kepada Bunda Maria. Ia mengingatkan kaum muda untuk membagikan pergumulan hidup mereka kepada Maria melalui doa rosario. Menurut Paus, Maria memahami penderitaan manusia dan senantiasa mendoakan umatnya, serta membawa setiap doa dan beban hidup kepada Putranya.
Menanggapi tantangan era digital, Paus Leo XIV menyoroti penggunaan teknologi yang berlebihan. Dengan meneladani Santo Carlo Acutis, Paus mengajak kaum muda untuk membatasi waktu layar dan menggunakan teknologi secara bijaksana.
Teknologi, menurutnya, harus menjadi sarana untuk mendukung panggilan hidup dan pertumbuhan iman, bukan justru menguasai dan mengalihkan perhatian dari relasi dengan Tuhan dan sesama.
Sejalan dengan hal tersebut, Paus menegaskan bahwa kehadiran manusia secara langsung tidak dapat digantikan oleh teknologi. Ia mendorong kaum muda untuk lebih hadir secara nyata dalam relasi, baik dalam keluarga, komunitas, maupun pelayanan, melalui perjumpaan tatap muka, kebersamaan, dan kepedulian terhadap mereka yang kesepian.
Paus Leo XIV juga mengajak kaum muda untuk terlibat aktif dalam kehidupan paroki. Ia menegaskan bahwa iman tidak hanya dipelihara melalui kehadiran dalam Misa, tetapi juga melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan dan pelayanan Gereja.
Keterlibatan dalam kelompok orang muda, pelayanan liturgi, atau karya sosial dipandang sebagai bagian penting dari pertumbuhan iman.
Sebagai penutup, Paus mendorong kaum muda untuk berani membagikan dan mengajarkan iman kepada orang lain. Menurutnya, pewartaan iman, baik sebagai katekis, relawan pelayanan kaum muda, maupun pendamping sebaya, tidak hanya membantu Gereja bertumbuh, tetapi juga memperdalam iman pribadi mereka yang terlibat di dalamnya.
Melalui sepuluh komitmen dan praktik iman ini, Paus Leo XIV mengajak kaum muda Katolik menjadikan tahun 2026 sebagai tahun pembaruan rohani: tahun untuk semakin dekat dengan Kristus, lebih peduli terhadap sesama, dan semakin aktif membangun Gereja di tengah tantangan zaman modern.(AD)
Sumber: Catholic News Agency (CNA)

Posting Komentar