-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Humaniora Inspirasi Lifestyle Pelayanan Sosial Refleksi Sosok Di Usia 93 Tahun, Suster Angela Tetap Menjadi Wajah Kerahiman Tuhan di Jalanan
Berita Humaniora Inspirasi Lifestyle Pelayanan Sosial Refleksi Sosok

Di Usia 93 Tahun, Suster Angela Tetap Menjadi Wajah Kerahiman Tuhan di Jalanan

Katolik terkini
Katolik terkini
19 Nov, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Katolik Terkini - Di tengah tantangan menua­nya banyak anggota tarekat religius di Eropa, kisah seorang biarawati lanjut usia kembali menegaskan bahwa panggilan untuk melayani sesama tidak mengenal batas waktu. 

Suster Angela Sinopoli, anggota Kongregasi Penolong Jiwa-Jiwa Suci di Api Penyucian, terus menjalankan pelayanan pastoralnya di usia 93 tahun dengan energi dan keteguhan hati yang mengagumkan.

Tinggal di kota Matera sejak 2001, Suster Angela setiap hari turun ke jalan-jalan kota untuk menyapa, mengunjungi, dan mendengarkan warga, khususnya mereka yang hidup sendiri, mengalami sakit, atau membutuhkan seseorang untuk berbagi beban hidup.

“Tidak ada seorang pun yang begitu miskin hingga tidak punya apa pun untuk diberikan, dan tidak ada seorang pun yang begitu kaya hingga tidak membutuhkan sesuatu untuk diterima,” ujar Paus Fransiskus almarhum dalam pesan Hari Doa Sedunia untuk Panggilan ke-61, seperti ilansir dari Vatican News, sebuah kutipan yang diyakini Suster Angela sebagai kebenaran hidup.

Pelayanan Tanpa Lelah Meski Usia Senja

Dengan pengalaman 70 tahun hidup religius dan latar belakang sebagai perawat, Suster Angela menjalani pelayanannya melalui kedekatan, baik melalui kunjungan langsung maupun lewat telepon.

Bagi dirinya, sekadar menyapa seseorang melalui panggilan singkat dapat menjadi “belai kasih” yang memberi harapan.

Setiap pagi ia merencanakan keluarga-keluarga yang akan ia kunjungi, sambil tetap membuka diri pada perjumpaan tidak terduga di jalan. Ia bahkan tidak memakai jam tangan, karena menurutnya, pelayanan tidak boleh dibatasi oleh waktu.

“Kadang kami berdoa bersama, kadang hanya saling melempar senyum,” ujarnya tentang percakapan-percakapan kecil yang ia lakukan dengan warga.

Energi yang ia tunjukkan tampaknya tidak pernah habis. Ia menghadapi tantangan hari-hari dengan senyum, humor, dan keyakinan bahwa pelayanan adalah bentuk ungkapan kasih yang ia terima terlebih dahulu dari Tuhan.

Kehadiran sebagai Obat bagi Krisis Kehidupan

Pendekatan pastoral Suster Angela berpijak pada tiga kata: kekuatan, energi, dan keberanian. Semuanya ia hidupi melalui spiritualitas Ignasian, yang menekankan kepekaan terhadap kehadiran Tuhan dalam setiap perjumpaan.

Di tengah berbagai krisis sosial, ekonomi, dan psikologis yang melanda masyarakat modern, ia melihat kedekatan sebagai jawaban. Antropolog Ernesto De Martino menyebut persoalan ini sebagai “krisis kehadiran,” hilangnya kontrol atas hidup dan makna keberadaan. Suster Angela menanggapinya dengan hadir bagi mereka yang merasa sendirian.

“Orang-orang tua, terutama ibu-ibu, sering mencurahkan masalah tentang anak-anak mereka,” ungkapnya. 

Kekhawatiran tentang masa depan dan kesulitan ekonomi di Italia selatan membuat banyak keluarga merasa kehilangan pegangan. Dalam situasi itu, ia memilih untuk mendengarkan tanpa menghakimi dan menyimpan kata-kata mereka dalam doa pribadinya.

“Saya tidak punya resep untuk apa yang harus dikatakan,” tuturnya dengan rendah hati. “Saya membiarkan Tuhan menuntun kata-kata saya.”

Meneladani Yesus dalam Menjangkau Periferinya

Suster Angela terinspirasi oleh teladan Yesus yang selalu dekat dengan kaum kecil dan menderita. Ia mengadopsi gaya pelayanan yang sering disebut Paus Fransiskus sebagai “pergi ke perifer,” yakni hadir di tempat-tempat di mana orang merasa tersisih atau menghadapi kesulitan hidup.

Dalam perjumpaan-perjumpaan spontan di jalan, ia sering mengingat kata-kata Rasul Petrus: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai akan kuberikan kepadamu” (Kis 3:6). 

Bagi Suster Angela, hadir dalam penderitaan seseorang sudah merupakan bentuk pelayanannya.

Tetap Mengabdi di Masa Pensiun

Suster Angela adalah satu dari banyak perempuan religius yang terus melayani umat meski telah pensiun dari profesi mereka.

Dengan senyum penuh syukur ia berkata, “Kehidupan kami adalah hidup yang mengabdi kepada sesama. Hidup yang kami pilih dan karisma kami adalah anugerah yang harus dibagikan dengan sukacita.”

Dan selama ia masih mampu melangkah, ia yakin akan terus memberi sekaligus menerima cinta dari setiap perjumpaan yang ia alami.(AD)

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara

Katolik terkini- Maret 02, 2026 0
Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara
Katolik Terkini - Keputusan Sr. Evelyn del Nino Jesus menjadi biarawati Katolik bukanlah langkah yang lahir dalam semalam. Pilihan itu merupakan puncak dari p…

Most Popular

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

Maret 02, 2026
Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Februari 28, 2026
Antara Jubah dan Kuasa Hukum: Dilema Moral Seorang Imam di Kasus TPPO Sikka

Antara Jubah dan Kuasa Hukum: Dilema Moral Seorang Imam di Kasus TPPO Sikka

Februari 27, 2026
Antara Tuduhan dan Fakta: Catatan Seorang Pelayan Paroki tentang Mgr Paskalis

Antara Tuduhan dan Fakta: Catatan Seorang Pelayan Paroki tentang Mgr Paskalis

Februari 23, 2026

Editor Post

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

Maret 02, 2026
Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Februari 28, 2026
Antara Jubah dan Kuasa Hukum: Dilema Moral Seorang Imam di Kasus TPPO Sikka

Antara Jubah dan Kuasa Hukum: Dilema Moral Seorang Imam di Kasus TPPO Sikka

Februari 27, 2026
Antara Tuduhan dan Fakta: Catatan Seorang Pelayan Paroki tentang Mgr Paskalis

Antara Tuduhan dan Fakta: Catatan Seorang Pelayan Paroki tentang Mgr Paskalis

Februari 23, 2026

Populart Categoris

  • Berita820
  • Cerpen7
  • Doa79
  • Film17
  • Filsafat9
  • Internasional342
  • Jelajah114
  • Lifestyle195
  • Nasional117
  • Pelayanan Sosial114
  • Puisi2
  • Refleksi336
  • Sosok303
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini