-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Humaniora Inspirasi Internasional Lifestyle Perdamaian Refleksi Hidup Sederhana, Iman Kuat: Perjuangan Komunitas Adivasi Kristen di Chhattisgarh
Berita Humaniora Inspirasi Internasional Lifestyle Perdamaian Refleksi

Hidup Sederhana, Iman Kuat: Perjuangan Komunitas Adivasi Kristen di Chhattisgarh

Katolik terkini
Katolik terkini
24 Mar, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Sumber foto dari Vatican News

Katolik Terkini – Di sebuah desa kecil di negara bagian Chhattisgarh, Mongala menyambut tamunya dengan senyum ramah di rumahnya yang sederhana.

Ia berasal dari komunitas Adivasi, masyarakat pribumi India yang menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi. Namun, meskipun hidup dalam keterbatasan, Mongala dan keluarganya tetap teguh dalam iman Kristen mereka.

Siapa Adivasi?

Adivasi, yang berarti "penduduk asli" dalam bahasa Sanskerta, adalah komunitas pribumi terbesar di dunia, mencakup sekitar 8,6% dari populasi India atau sekitar 104,3 juta orang menurut sensus 2011. Mereka memiliki keanekaragaman budaya yang luar biasa, dengan lebih dari 600 suku berbeda dan ratusan bahasa yang digunakan.

Secara tradisional, Adivasi adalah pemburu dan pengumpul yang bergantung pada hutan untuk bertahan hidup. Namun, perubahan kebijakan pemerintah dan perkembangan industri telah menggusur mereka dari tanah leluhur, menyebabkan kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi.

Peran Gereja dalam Kehidupan Adivasi

Selama bertahun-tahun, Gereja telah memainkan peran penting dalam mendukung komunitas Adivasi, terutama mereka yang telah memeluk agama Kristen. Di berbagai keuskupan, Gereja membangun sekolah, pusat pelatihan keterampilan, dan fasilitas kesehatan untuk membantu mereka mendapatkan pendidikan serta pekerjaan yang lebih baik.

“Gereja telah banyak membantu kami,” kata Pastor Shinod Chacko, seorang imam Katolik Syro-Malabar yang mendedikasikan hidupnya bagi kesejahteraan Adivasi.

“Kami mengajarkan mereka teknik pertanian modern dan mendorong pendidikan bagi anak-anak perempuan.”

Menurut sensus 2011, jumlah umat Kristen di India mencapai 27,8 juta jiwa, dengan sekitar 10,03 juta berasal dari komunitas Adivasi. Banyak dari mereka adalah generasi kedua yang mendapat manfaat dari pendidikan di sekolah Katolik.

Tantangan dan Diskriminasi terhadap Adivasi Kristen

Meskipun ada kemajuan, komunitas Adivasi Kristen masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk diskriminasi dan kekerasan dari kelompok nasionalis Hindu. Dalam beberapa tahun terakhir, serangan terhadap umat Kristen meningkat drastis.

Forum Kristen Bersatu mencatat 834 kasus kekerasan terhadap umat Kristen di India pada tahun 2024, meningkat dari hanya 127 kasus satu dekade sebelumnya.

“Kami dihukum karena menjadi Kristen,” ujar Pastor Masu Karma dari Gereja Katolik Syro-Malabar di Kurenga, Chhattisgarh. “Namun, iman kami semakin kuat dan kami tidak akan menyerah.”

Selain itu, kebijakan pemerintah juga semakin mempersempit kebebasan beragama. Hingga Desember 2024, 12 negara bagian di India telah memberlakukan undang-undang anti-konversi yang menghambat kebebasan komunitas Adivasi untuk memilih agama mereka.

Harapan untuk Masa Depan

Di tengah tantangan yang dihadapi, banyak komunitas Adivasi Kristen tetap optimis terhadap masa depan. Uskup Syro-Malabar Jagdalpur, Mar Joseph Kollamparambil, menegaskan bahwa misi Gereja bukan hanya soal konversi, tetapi juga pembangunan sosial.

“Kami membangun jalan, sekolah, dan pusat pelatihan agar mereka memiliki keterampilan untuk hidup lebih baik,” katanya. “Tuhan bersama kami, meskipun ada kesulitan dan tantangan.”

Dengan adanya dukungan dari Gereja dan komunitas global, harapan masih ada bagi komunitas Adivasi Kristen untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik tanpa harus meninggalkan iman mereka.(AD)

Berita ini disadur dari Vatican News

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Seribu Lilin, Seribu Tanda Tanya: Umat Menuntut Vatikan Lakukan Investigasi Independen atas Mundurnya Uskup Paskalis

Katolik terkini- Februari 10, 2026 0
Seribu Lilin, Seribu Tanda Tanya: Umat Menuntut Vatikan Lakukan Investigasi Independen atas Mundurnya Uskup Paskalis
Ratusan umat Katolik dari berbagai wilayah di Jabodetabek menggelar Aksi Seribu Lilin dan Doa di depan Nunciatura Apostolik (Kedutaan Besar Vatikan) pada Sabtu…

Most Popular

Sang Uskup yang Dituduh Hedon itu Kembali ke Persaudaraan OFM Hanya dengan Dua Koper Kecil

Sang Uskup yang Dituduh Hedon itu Kembali ke Persaudaraan OFM Hanya dengan Dua Koper Kecil

Februari 08, 2026
Seribu Lilin, Seribu Tanda Tanya: Umat Menuntut Vatikan Lakukan Investigasi Independen atas Mundurnya Uskup Paskalis

Seribu Lilin, Seribu Tanda Tanya: Umat Menuntut Vatikan Lakukan Investigasi Independen atas Mundurnya Uskup Paskalis

Februari 10, 2026
Membentuk Remaja Misioner yang Peduli Anak dan Lingkungan di Keuskupan Labuan Bajo

Membentuk Remaja Misioner yang Peduli Anak dan Lingkungan di Keuskupan Labuan Bajo

Februari 09, 2026
Gereja Katolik Filipina Perkuat Peran Paroki dalam Pencegahan Perdagangan Manusia

Gereja Katolik Filipina Perkuat Peran Paroki dalam Pencegahan Perdagangan Manusia

Februari 06, 2026

Editor Post

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

Sang Uskup yang Dituduh Hedon itu Kembali ke Persaudaraan OFM Hanya dengan Dua Koper Kecil

Sang Uskup yang Dituduh Hedon itu Kembali ke Persaudaraan OFM Hanya dengan Dua Koper Kecil

Februari 08, 2026
Seribu Lilin, Seribu Tanda Tanya: Umat Menuntut Vatikan Lakukan Investigasi Independen atas Mundurnya Uskup Paskalis

Seribu Lilin, Seribu Tanda Tanya: Umat Menuntut Vatikan Lakukan Investigasi Independen atas Mundurnya Uskup Paskalis

Februari 10, 2026
Membentuk Remaja Misioner yang Peduli Anak dan Lingkungan di Keuskupan Labuan Bajo

Membentuk Remaja Misioner yang Peduli Anak dan Lingkungan di Keuskupan Labuan Bajo

Februari 09, 2026
Gereja Katolik Filipina Perkuat Peran Paroki dalam Pencegahan Perdagangan Manusia

Gereja Katolik Filipina Perkuat Peran Paroki dalam Pencegahan Perdagangan Manusia

Februari 06, 2026

Populart Categoris

  • Berita802
  • Cerpen7
  • Doa78
  • Film17
  • Filsafat8
  • Internasional338
  • Jelajah113
  • Lifestyle192
  • Nasional109
  • Pelayanan Sosial113
  • Puisi2
  • Refleksi327
  • Sosok298
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini