-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Doa Renungan Teologi Mengapa Umat Katolik Harus Berpuasa Sebelum Menerima Komuni Kudus? Temukan Jawabannya di Sini
Berita Doa Renungan Teologi

Mengapa Umat Katolik Harus Berpuasa Sebelum Menerima Komuni Kudus? Temukan Jawabannya di Sini

Katolik terkini
Katolik terkini
12 Jan, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Mengapa Umat Katolik Harus Berpuasa Sebelum Menerima Komuni Kudus

Katolik Terkini - Banyak umat Katolik dari generasi yang lebih tua mungkin masih mengingat praktik "puasa tengah malam" sebelum menghadiri Misa. 

Dalam tradisi ini, seseorang diwajibkan untuk tidak makan sejak tengah malam sehari sebelumnya hingga Misa dimulai pada fajar. 

Meskipun disiplin ini telah mengalami perubahan seiring waktu, praktik puasa sebelum menerima Ekaristi Kudus masih dihormati oleh banyak orang percaya.

Sejarah puasa sebelum Misa dapat ditelusuri kembali hingga abad ke-2, dan perubahan signifikan terjadi pada tahun 1957 dan 1964, ketika Paus Pius XII dan Paus Paulus VI mengurangi lamanya puasa menjadi tiga jam dan kemudian satu jam sebelum menerima Komuni Kudus. 

Saat ini, Kitab Hukum Kanon menyatakan bahwa seseorang harus menahan diri setidaknya satu jam sebelum menerima Ekaristi, kecuali hanya air dan obat.

Meskipun demikian, aturan ini tidak berlaku untuk beberapa kasus, seperti lansia, orang sakit, dan mereka yang merawat lansia dan orang sakit. Pertanyaan yang sering muncul adalah: mengapa penting untuk tidak makan sebelum menerima Ekaristi Kudus?

Paus Paulus VI menjelaskan pentingnya disiplin spiritual ini dalam konstitusi apostoliknya, Paenitemini. 

Mortifikasi atau penahanan diri bertujuan untuk membebaskan manusia dari keterikatan panca indera dan keinginan daging. Dalam menghadapi godaan dan tantangan rohaniah, puasa fisik dapat memberikan kekuatan spiritual.

Ketika Yesus pergi ke padang gurun tanpa makanan selama 40 hari, Dia menunjukkan kekuatan berpuasa sebagai persiapan sebelum memulai pelayanan publik-Nya. Ia bahkan mengajarkan kepada murid-murid-Nya bahwa setan tidak dapat diusir kecuali dengan doa dan puasa. Puasa bukan hanya latihan fisik, tetapi juga membangun kekuatan rohaniah.

Paus Yohanes Paulus II menyoroti kekurangan "kelaparan" dan "haus" akan Ekaristi di kalangan umat Katolik modern. Kurangnya sensasi ini dapat mencerminkan kurangnya pemahaman terhadap sakramen cinta yang besar. 

Sebagaimana diingatkan oleh Paus Yohanes Paulus II, kita perlu merindukan Ekaristi untuk menerimanya dengan benar.

Terakhir, puasa sebelum Misa mencerminkan gambaran dari cerita Ekaristi dalam Injil, seperti Pemberian Makan Lima Ribu. 

Sebagaimana orang banyak harus lapar untuk menerima makanan yang diberikan oleh Yesus, demikian juga jiwa kita harus merindukan Ekaristi dengan kelaparan batin. Dalam kata-kata Mazmur, "Seperti rusa merindukan aliran air, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah" (Mazmur 42:1).

Dengan demikian, puasa sebelum Misa bukan hanya aturan tradisional, tetapi juga suatu cara untuk membangun koneksi spiritual dengan Ekaristi Kudus, merangsang kelaparan batin kita, dan menghormati sakramen tersebut sebagai tindakan cinta yang besar. (AD)

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Kisah Suster Ika dan 13 Perempuan yang Diselamatkan dari Jerat Perdagangan Orang di Sikka

Katolik terkini- Maret 03, 2026 0
Kisah Suster Ika dan 13 Perempuan yang Diselamatkan dari Jerat Perdagangan Orang di Sikka
Suster Fransiska Imakulata, SSpS Katolik Terkini - Nama Suster Fransiska Imakulata, SSpS, atau yang akrab disapa Suster Ika, mendadak menjadi perhatian publik …

Most Popular

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

Maret 02, 2026
Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Februari 28, 2026
Antara Jubah dan Kuasa Hukum: Dilema Moral Seorang Imam di Kasus TPPO Sikka

Antara Jubah dan Kuasa Hukum: Dilema Moral Seorang Imam di Kasus TPPO Sikka

Februari 27, 2026
Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara

Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara

Maret 02, 2026

Editor Post

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

OFM Indonesia Tegaskan Isu tentang Mgr. Paskalis Bruno Syukur adalah TIDAK BENAR

Maret 02, 2026
Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Ekologi Integral: Antara Dokumen Gereja dan Kenyataan Sekolah Katolik

Februari 28, 2026
Antara Jubah dan Kuasa Hukum: Dilema Moral Seorang Imam di Kasus TPPO Sikka

Antara Jubah dan Kuasa Hukum: Dilema Moral Seorang Imam di Kasus TPPO Sikka

Februari 27, 2026
Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara

Dari Muslim, Protestan, hingga Katolik: Jalan Iman yang Mengantar Sr. Evelyn ke Biara

Maret 02, 2026

Populart Categoris

  • Berita822
  • Cerpen7
  • Doa79
  • Film17
  • Filsafat9
  • Internasional342
  • Jelajah114
  • Lifestyle196
  • Nasional117
  • Pelayanan Sosial114
  • Puisi2
  • Refleksi337
  • Sosok304
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini