Berita
Daerah
Pendidikan
Dies Natalis ke-12 UKMC, Perkuat Sinergi dan Keberlanjutan Pendidikan Katolik
PALEMBANG, KATOLIK TERKINI — Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) memperingati Dies Natalis ke-12 melalui Sidang Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah yang berlangsung di Aula Gedung Yosep Lantai 3, Kampus Bangau, Palembang, Jumat (16/10/2026). Perayaan tahun ini mengangkat tema “CONCORDIAN AD LUCEM – Sinergi Harmoni untuk Keberlanjutan UKMC”.
Tema tersebut menegaskan pentingnya kebersamaan, keselarasan, dan kolaborasi seluruh sivitas akademika dalam membangun UKMC sebagai perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan di tengah dinamika zaman.
Rangkaian acara diawali dengan Misa Syukur yang dipimpin Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono. Misa ini menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan UKMC selama 12 tahun.
Acara dilanjutkan dengan Sidang Senat Terbuka yang memuat laporan Rektor UKMC, Dr. Maria Yosaphat Dedi Haryanto, S.E., M.Si. Agenda utama kemudian diisi dengan Orasi Ilmiah oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Rm. Yohanes Kristianto.
Pendidikan Katolik Perlu Memperkuat Kolaborasi
Dalam orasi ilmiahnya, Rm. Yohanes Kristianto menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi, mulai dari perubahan demografi, disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga persaingan antarlembaga pendidikan tinggi.
Ia menekankan bahwa keberlanjutan pendidikan Katolik tidak cukup dibangun melalui kekuatan masing-masing institusi, tetapi membutuhkan kerja sama yang terintegrasi dan saling mendukung.
“Masa depan pendidikan Katolik tidak ditentukan oleh seberapa kuat kita berdiri sendiri, tetapi oleh seberapa kokoh kita saling menopang dalam sinergi dan harmoni,” tegasnya.
Bertolak dari refleksi teologis, dokumen Gereja Ex Corde Ecclesiae dan Gravissimum Educationis, serta Arah Dasar Keuskupan Agung Palembang (ARDAS KAPal) 2027, Rm. Yohanes memaparkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan Katolik.
Pertama, integrasi ekosistem pendidikan Katolik, yakni membangun keterhubungan antara lembaga pendidikan dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Melalui pendekatan ini, setiap institusi diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan berbagi sumber daya dan saling menopang.
Kedua, penguatan identitas Katolik. Nilai moral, etika, penghormatan terhadap martabat manusia, dan kepedulian sosial perlu menjadi bagian integral dari kurikulum, penelitian, serta tata kelola perguruan tinggi.
Ketiga, pengembangan dana abadi (endowment fund) melalui jejaring kerja sama dengan paroki, alumni, rumah sakit, dan dunia usaha. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan finansial lembaga pendidikan sekaligus memperluas dukungan beasiswa bagi mahasiswa.
Keempat, membangun sinergi dalam keberagaman. Rm. Yohanes mengibaratkan kerja sama sebagai sebuah orkestra, ketika setiap unsur memainkan peran khasnya masing-masing untuk menghasilkan harmoni. Sinergi, dalam pandangan ini, bukanlah penyeragaman, melainkan kolaborasi yang menghargai perbedaan demi tujuan bersama.
UKMC Berikan Penghargaan Masa Bakti
Selain menjadi ruang refleksi mengenai masa depan pendidikan Katolik, perayaan Dies Natalis ke-12 juga menjadi momentum untuk mengapresiasi pengabdian para dosen dan tenaga kependidikan.
UKMC menganugerahkan penghargaan masa bakti kepada para dosen dan tenaga kependidikan yang telah mengabdi selama 10 hingga 30 tahun. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UKMC sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas mereka dalam mendukung perjalanan institusi.
Ketua Panitia Dies Natalis ke-12 UKMC, Romo Ongko Handoko, S.Fil., M.A., berharap perayaan ini dapat menginspirasi seluruh warga kampus untuk terus memperkuat semangat kebersamaan dan pengabdian.
“Semoga momen Dies Natalis ke-12 ini semakin menginspirasi warga komunitas pendidikan UKMC untuk bertekun Per Concordiam ad Lucem: melalui sinergi dan harmoni menuju cahaya keberlanjutan dan kebermanfaatan yang dijiwai semangat spiritualitas UKMC: Veritas et Scientia Nobis Lumen (Kebenaran dan Ilmu Pengetahuan adalah Cahaya Kita),” ujar Romo Ongko.
Berkomitmen untuk Masa Depan yang Berkelanjutan
Perayaan Dies Natalis ke-12 UKMC menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen seluruh sivitas akademika dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga berakar pada nilai-nilai Katolik, solidaritas, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Melalui semangat Concordian ad Lucem, UKMC diharapkan terus bertumbuh, berinovasi, dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan.
Perayaan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan Gereja, khususnya di bumi Sriwijaya.
Kontributor: Andreas Daris Awalistyo
Via
Berita

Posting Komentar