Berita
Daerah
Paroki St. Perawan Maria Bunda Gereja Tebo Resmi Berdiri, Uskup Agung Palembang Tekankan Integritas dan Persaudaraan
TEBO, JAMBI, Katolik Terkini - Kehadiran Gereja Katolik di Kabupaten Tebo memasuki babak baru. Sekitar 2.000 umat dan masyarakat menghadiri Perayaan Ekaristi Pemberkatan Gereja sekaligus peresmian Paroki St. Perawan Maria Bunda Gereja Tebo sebagai paroki mandiri, Kamis (20/8/2026).
Peresmian tersebut menjadi tonggak penting bagi kehidupan umat Katolik di Kabupaten Tebo. Sebelumnya, wilayah Tebo berada dalam jangkauan pelayanan pastoral Paroki St. Paulus Muara Bungo.
Pemekaran wilayah pelayanan ini dilakukan seiring perkembangan penduduk dan dinamika wilayah di Provinsi Jambi. Dengan berdirinya paroki mandiri, pelayanan pastoral diharapkan semakin dekat sekaligus mampu memperkuat kontribusi umat dalam kehidupan sosial dan pembinaan moral masyarakat.
Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, didampingi sejumlah pimpinan Keuskupan Agung Palembang dan puluhan imam.
Hadir antara lain Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, Romo Yohanes Kristianto; Dekan Dekanat Jambi, Romo Felix Astana Atmaja SCJ; Pastor Paroki Tebo, Romo Andreas Eko Wahyudianto; serta Pastor Paroki St. Paulus Muara Bungo, Romo Pankratius R. Boki.
Rangkaian peresmian diawali dengan penyambutan Mgr. Yohanes Harun Yuwono oleh panitia lokal. Setelah pengalungan bunga, prosesi dilanjutkan dengan pemberkatan pintu utama gereja.
Kunci gedung gereja kemudian diserahkan secara simbolis oleh Ketua Panitia Pembangunan kepada Uskup Agung Palembang. Selanjutnya, kunci tersebut diserahkan kepada Pastor Paroki Tebo sebagai tanda dimulainya pelayanan dan operasional gereja.
Tekankan Integritas Pemimpin
Dalam homilinya, Mgr. Yohanes Harun Yuwono menekankan pentingnya integritas, transparansi, dan kerja sama antara pemimpin sipil dan pemimpin agama dalam membangun kehidupan masyarakat yang sejahtera.
Mengambil inspirasi dari tokoh Nehemia dan Ezra, ia mengingatkan bahwa kepemimpinan, baik di pemerintahan maupun lembaga keagamaan, merupakan amanah yang harus diarahkan bagi kepentingan masyarakat luas.
“Pemimpin sipil dan pemimpin religius tidak seharusnya bersekongkol untuk korupsi, mementingkan diri sendiri, mencekik, atau menyengsarakan rakyat. Sebaliknya, mereka harus bekerja sama demi kesejahteraan rakyat yang sejati, baik kesejahteraan jasmani maupun keselamatan rohani,” tegas Mgr. Yohanes.
Menurutnya, keberadaan tempat ibadah tidak semata-mata diukur dari kemegahan bangunan fisiknya. Gereja, kata dia, terutama merupakan persekutuan umat yang dipanggil untuk hidup dalam kasih, persatuan, dan solidaritas.
“Gereja terutama adalah perkumpulan umat, pribadi-pribadi yang membentuk kesatuan yang kompak, saling mengasihi, dan bebas dari rasa iri atau permusuhan. Kebersamaan jiwa itulah yang utama, barulah batu-batu bangunan ini menjadi wadah untuk mempererat persatuan,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menempatkan peresmian paroki baru bukan hanya sebagai peristiwa internal Gereja Katolik, melainkan sebagai momentum untuk memperkuat kehidupan bersama di tengah masyarakat yang beragam.
Dekrit Pendirian Paroki Dibacakan
Prosesi peresmian kemudian ditandai dengan pembacaan Dekrit Pendirian Paroki oleh Sekretaris Keuskupan Agung Palembang, Romo Albertus Bayu Christanto SCJ.
Acara dilanjutkan dengan pemukulan gong dan penandatanganan berita acara resmi pendirian paroki.
Suasana semakin meriah dengan kehadiran empat imam muda yang baru menerima tahbisan di Palembang pada 4 Agustus 2026. Mereka adalah Romo Markus Trio, Romo Yohanes Gusti Randa, Romo Sebastianus Wahyudi, dan Romo Viktorinus Sidik.
Keempat imam tersebut turut memberikan berkat perdana kepada umat dan masyarakat yang hadir dalam perayaan tersebut.
Pemerintah Dukung Harmoni Antarumat
Dukungan pemerintah daerah turut terlihat dalam rangkaian peresmian. Bupati Tebo, H. Agus Rubianto, bersama Pembimbing Masyarakat Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Theresia Ari Sukarni, hadir dalam acara ramah tamah sekaligus menyampaikan ucapan selamat atas berdirinya paroki baru tersebut.
Kehadiran unsur pemerintah daerah dan Kementerian Agama menjadi bagian dari semangat membangun kehidupan masyarakat yang toleran dan harmonis.
Berdirinya Paroki St. Perawan Maria Bunda Gereja Tebo diharapkan tidak hanya memperkuat pelayanan pastoral umat Katolik, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang sosial, kemanusiaan, dan pembangunan masyarakat.
Peresmian paroki mandiri ini pun menjadi penanda babak baru perjalanan umat Katolik di Tebo, dengan gereja sebagai tempat beribadah sekaligus ruang untuk menumbuhkan persaudaraan, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kontributor Palembang: Andreas Daris Awalistyo
Via
Berita

Posting Komentar