-->
Telusuri
24 C
id
Katolik Terkini
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Telusuri
Beranda Berita Daerah Refleksi Renungan Ekaristi di RSUD Komodo, Mgr. Maksimus Regus Ajak Umat Menjadi “Batu Karang” di Tengah Bencana
Berita Daerah Refleksi Renungan

Ekaristi di RSUD Komodo, Mgr. Maksimus Regus Ajak Umat Menjadi “Batu Karang” di Tengah Bencana

Katolik terkini
Katolik terkini
23 Agu, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

LABUAN BAJO, Katolik Terkini - Di tengah suasana duka, kecemasan, dan ketidakpastian pascagempa yang mengguncang Flores pada (15/8/2026), Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus hadir menyapa dan menguatkan para pasien korban bencana serta keluarga mereka.

Penguatan itu disampaikan Mgr. Maksimus dalam Perayaan Ekaristi Minggu Biasa XXI yang digelar bersama komunitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo di pelataran rumah sakit, Minggu (23/8/2026).

Perayaan Ekaristi tersebut menjadi ruang penghiburan sekaligus penguatan bagi pasien, keluarga pasien, dokter, perawat, tenaga kesehatan, dan jajaran manajerial RSUD Komodo yang masih berada dalam suasana penuh kecemasan akibat gempa.

Mgr. Maksimus hadir didampingi sejumlah imam konselebran, yakni Vikaris Jenderal Keuskupan Labuan Bajo RD. Rikardus Manggu, Sekretaris Jenderal Keuskupan Labuan Bajo RD. Frans Nala, Vikep Labuan Bajo RD. Yuvens Rugi, Ekonom Keuskupan Labuan Bajo RD. Martin Wiliam, Direktur Puspas Keuskupan Labuan Bajo RD. Carles R. Suwendi, Pastor Paroki Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus Merombok RD. Antonius Sanor, serta Komisi Caritas Keuskupan Labuan Bajo RD. Ignasius Haryanto.

Menemukan Tuhan di Tengah Bencana


Dalam homilinya yang berangkat dari Injil Matius 16:13-20, Mgr. Maksimus mengajak umat merenungkan kembali pertanyaan Yesus kepada para murid, “Menurutmu, siapakah Aku?”

Pertanyaan tersebut, menurut Uskup, menjadi penting justru ketika manusia berhadapan dengan pengalaman yang mengguncang kehidupan, termasuk bencana.

Bencana menyadarkan manusia bahwa kehidupan begitu rapuh. Namun, pengalaman tersebut sekaligus dapat membuka mata manusia untuk melihat betapa besar kasih Tuhan melalui orang-orang yang hadir, membantu, merawat, dan menguatkan sesama.

Di tengah situasi bencana, kata Mgr. Maksimus, Tuhan tetap hadir melalui kasih yang diwujudkan secara nyata dalam kehidupan bersama.

“Di tengah bencana ini, Tuhan ada di antara kita. Kita mengenalnya dalam kasih yang saling kita bagikan, dalam semangat kesetiakawanan, dalam keterbukaan dan pemberian diri,” demikian inti pesan Uskup dalam homilinya.

Karena itu, pengalaman bencana tidak hanya menjadi kisah tentang kehancuran dan ketakutan. Di tengah situasi tersebut, tumbuh pula solidaritas, kepedulian, dan semangat untuk saling menopang.

Gereja sebagai Komunitas yang Saling Menopang


Dalam homilinya, Mgr. Maksimus juga mengajak umat memaknai kembali gambaran “batu karang” dalam Injil.

Batu karang, menurutnya, tidak semata-mata harus dipahami sebagai bangunan gereja yang kokoh. Pemaknaan itu menjadi semakin relevan di tengah situasi bencana ketika sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan sebagian masyarakat masih diliputi ketakutan untuk berada di dalam ruangan.

Dalam kondisi demikian, gereja justru tampak dalam bentuk komunitas yang hadir dan saling menopang.

“Gereja yang sesungguhnya adalah sebuah komunitas, sebuah kebersamaan yang saling menopang,” pesan Mgr. Maksimus.

Pesan tersebut mendapat konteks yang kuat di RSUD Komodo. Di tengah situasi pascagempa, para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Bagi Mgr. Maksimus, pengabdian para tenaga kesehatan tersebut merupakan salah satu cara Tuhan menyatakan kehadiran-Nya di tengah penderitaan manusia.

Melalui tangan para dokter dan perawat, melalui perhatian kepada pasien, serta melalui kesediaan untuk tetap melayani dalam situasi sulit, kasih dan kepedulian kepada sesama diwujudkan secara konkret.

Belas Kasih, Solidaritas, dan Harapan


Mgr. Maksimus kemudian menyampaikan tiga hal penting yang menjadi kekuatan untuk bertahan dalam situasi bencana, yakni belas kasih, solidaritas, dan harapan.

Belas kasih diwujudkan melalui pelayanan kepada mereka yang membutuhkan, baik di rumah sakit, posko pengungsian, maupun melalui berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat terdampak.

Solidaritas tampak melalui kehadiran para relawan dan berbagai pihak yang bergerak membantu masyarakat yang mengalami dampak bencana.

Sementara itu, harapan menjadi kekuatan yang memungkinkan manusia untuk terus melangkah, bangkit, dan berjalan bersama meskipun masih diliputi ketakutan.

“Bencana datang, tetapi mudah-mudahan iman dan kasih sayang kita tetap kuat untuk mengalirkan perhatian, dukungan, belas kasih, cinta dan kemurahan hati,” pesan Mgr. Maksimus.

Ia juga secara khusus mendoakan para tenaga kesehatan RSUD Komodo dan seluruh pelayan kemanusiaan agar diberikan kekuatan serta penghiburan dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, melalui tangan dan pengabdian mereka, Tuhan terus hadir untuk merawat kehidupan, terutama bagi mereka yang sedang mengalami penderitaan dan membutuhkan pertolongan.

RSUD Komodo Didorong Terus Menjadi ‘Batu Karang’


Pelaksana Tugas Direktur RSUD Komodo Paulus Ndarung menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Uskup Labuan Bajo bersama para imam dan komunitas Gereja dalam Perayaan Ekaristi tersebut.

Bagi Paulus, pesan Uskup mengenai makna “batu karang” menjadi dorongan moral bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk tetap teguh menjalankan tugas pelayanan.

Ia berharap semangat tersebut dapat menjiwai para tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi yang tidak mudah setelah bencana.

“Mudah-mudahan spirit dan semangat ini bisa menjiwai kita dalam memberikan pelayanan,” ujar Paulus.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya persoalan menjalankan tugas profesional, tetapi juga menjadi bentuk kehadiran dan kepedulian terhadap sesama yang sedang berada dalam kondisi rentan.

Dihadiri Sejumlah Pejabat dan Komunitas Rumah Sakit


Perayaan Ekaristi di pelataran RSUD Komodo tersebut turut dihadiri Dirjen Bimas Katolik Albertus Magnus Adiyanto Sumardjono, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Salvador Pinto, Kepala Kantor Kementerian Agama Manggarai Barat Fransiskus Xaverius Adi, jajaran pimpinan dan tenaga kesehatan RSUD Komodo, pasien, serta keluarga pasien.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa dalam situasi bencana, upaya pemulihan tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga kebutuhan akan penguatan batin dan kebersamaan.

Bagi pasien dan keluarga yang masih menghadapi luka serta ketakutan akibat gempa, kehadiran Uskup, para imam, tenaga kesehatan, dan komunitas Gereja menjadi pesan bahwa mereka tidak menghadapi situasi tersebut seorang diri.

Di tengah kerapuhan yang ditimbulkan bencana, kasih, solidaritas, dan harapan menjadi kekuatan untuk terus bertahan dan bangkit.

Perayaan Ekaristi di RSUD Komodo pun tidak sekadar menjadi peribadatan, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat kemanusiaan: bahwa ketika bencana mengguncang kehidupan, manusia dapat menjadi “batu karang” bagi sesamanya melalui kehadiran, pelayanan, kepedulian, dan kesediaan untuk saling menopang.(AD)

Sumber: Komsos Keuskupan Labuan Bajo

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Ekaristi di RSUD Komodo, Mgr. Maksimus Regus Ajak Umat Menjadi “Batu Karang” di Tengah Bencana

Katolik terkini- Agustus 23, 2026 0
Ekaristi di RSUD Komodo, Mgr. Maksimus Regus Ajak Umat Menjadi “Batu Karang” di Tengah Bencana
LABUAN BAJO, Katolik Terkini - Di tengah suasana duka, kecemasan, dan ketidakpastian pascagempa yang mengguncang Flores pada (15/8/2026), Uskup Labuan Bajo Mg…

Most Popular

Gempa Flores dan Tuhan yang Peduli - Menjawab Pertanyaan, Apakah Tuhan Sekejam Itu?

Gempa Flores dan Tuhan yang Peduli - Menjawab Pertanyaan, Apakah Tuhan Sekejam Itu?

Agustus 19, 2026
Pimpin PMKRI 2026–2028, Yonas Tola Serukan Organisasi Tetap Independen dan Relevan

Pimpin PMKRI 2026–2028, Yonas Tola Serukan Organisasi Tetap Independen dan Relevan

Agustus 19, 2026
Pekan Musik Liturgi FCh Bekali Suster Muda dengan Keterampilan dan Kedalaman Rohani

Pekan Musik Liturgi FCh Bekali Suster Muda dengan Keterampilan dan Kedalaman Rohani

Agustus 19, 2026
Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Agustus 21, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

Gempa Flores dan Tuhan yang Peduli - Menjawab Pertanyaan, Apakah Tuhan Sekejam Itu?

Gempa Flores dan Tuhan yang Peduli - Menjawab Pertanyaan, Apakah Tuhan Sekejam Itu?

Agustus 19, 2026
Pimpin PMKRI 2026–2028, Yonas Tola Serukan Organisasi Tetap Independen dan Relevan

Pimpin PMKRI 2026–2028, Yonas Tola Serukan Organisasi Tetap Independen dan Relevan

Agustus 19, 2026
Pekan Musik Liturgi FCh Bekali Suster Muda dengan Keterampilan dan Kedalaman Rohani

Pekan Musik Liturgi FCh Bekali Suster Muda dengan Keterampilan dan Kedalaman Rohani

Agustus 19, 2026
Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Uskup Agung Palembang dan Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Gereja Katolik Tegalrejo

Agustus 21, 2026

Populart Categoris

  • Berita977
  • Cerpen7
  • Doa88
  • Film20
  • Filsafat11
  • Internasional368
  • Jelajah115
  • Lifestyle211
  • Nasional172
  • Pelayanan Sosial144
  • Puisi2
  • Refleksi391
  • Sosok326
  • Teologi73
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini