-->
Telusuri
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Beranda Berita Humaniora Nasional Pelayanan Sosial Pekan Kedua Gempa Flores, Caritas Perkuat Layanan Kesehatan, Logistik, dan Psikososial
Berita Humaniora Nasional Pelayanan Sosial

Pekan Kedua Gempa Flores, Caritas Perkuat Layanan Kesehatan, Logistik, dan Psikososial

Katolik terkini
Katolik terkini
22 Agu, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Dok. Caritas Indonesia 
FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR, Katolik Terkini - Memasuki pekan kedua masa tanggap darurat gempa bumi Flores, Jaringan Caritas Indonesia terus memperluas dan memperkuat layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Respons kemanusiaan dilakukan secara terpadu melalui jaringan Caritas di empat wilayah keuskupan, yakni Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Maumere, Keuskupan Ruteng, dan Keuskupan Labuan Bajo. Relawan, tenaga medis, tim tanggap darurat, serta jejaring keuskupan lokal dikerahkan untuk memastikan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, dan pendampingan psikososial bagi para penyintas dapat menjangkau titik-titik pengungsian.

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, (15/8/2026), pukul 04.58 WIB. BMKG mencatat episentrum gempa berada di laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Gempa utama tersebut juga memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri BMKG pada pukul 07.30 WIB setelah tidak ditemukan kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di wilayah pesisir terdampak.

Namun, situasi kebencanaan belum sepenuhnya berakhir. Aktivitas gempa susulan masih terjadi dalam jumlah besar. Hingga 19 Agustus, BMKG mencatat 2.768 gempa susulan dengan magnitudo antara 1,1 hingga 6,2. Sebanyak 24 kejadian memiliki magnitudo di atas 5 dan 81 gempa susulan dirasakan masyarakat. BNPB pada hari yang sama mencatat 3.002 kejadian gempa susulan hingga pukul 14.00 WIB.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan masyarakat di pengungsian masih terus berkembang. Penguatan kapasitas tempat pengungsian, penyediaan air bersih, layanan kesehatan, pemantauan penyakit, serta dukungan psikososial menjadi kebutuhan penting dalam fase tanggap darurat.

KWI: Gempa Tidak Boleh Meruntuhkan Semangat Kebersamaan


Dukungan terhadap respons kemanusiaan Caritas disampaikan Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC.

Menurutnya, kerusakan fisik akibat bencana tidak boleh menghilangkan semangat kebersamaan dan keteguhan iman masyarakat Flores.

“Saya menyampaikan kedekatan doa bagi seluruh korban dan para penyintas. Bencana ini telah meruntuhkan bangunan fisik, namun kita percaya, ia tidak akan pernah meruntuhkan semangat kebersamaan dan keteguhan iman kita.”

Dalam semangat bela rasa tersebut, KWI mendukung sekaligus mengapresiasi langkah tanggap darurat yang dilakukan Caritas Indonesia sebagai lembaga sosial resmi KWI. Respons tersebut dirancang untuk memfasilitasi penanganan kebencanaan secara terpadu di empat keuskupan terdampak.

Mgr. Antonius juga mengimbau seluruh elemen Gereja Katolik Indonesia untuk bergerak dalam semangat kerja sinodal dan kolaborasi melalui jaringan Caritas Indonesia. Dengan cara itu, bantuan diharapkan dapat disalurkan secara terarah, efektif, dan merata sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Caritas: Solidaritas Harus Menjangkau Para Penyintas


Ketua Badan Pengurus Caritas Indonesia, Mgr. Pius Riana Prapdi, menegaskan komitmen jejaring kemanusiaan Gereja Katolik Indonesia untuk terus mendampingi masyarakat terdampak.

Tim tanggap darurat Caritas Indonesia bersama relawan dan tim keuskupan lokal saat ini terus melakukan koordinasi untuk mengidentifikasi dan merespons kebutuhan mendesak masyarakat.

Mgr. Riana menyebut respons kemanusiaan tersebut sebagai perwujudan sinodalitas yang dibangun melalui kepekaan, solidaritas, dan subsidiaritas.

“Caritas Indonesia bersama seluruh jejaring kemanusiaan Gereja Katolik Indonesia menyampaikan komitmen penuh untuk hadir di tengah para penyintas.”

Semangat tersebut diwujudkan melalui pengerahan tenaga kesehatan, distribusi logistik, penyediaan air bersih, serta pendampingan psikososial, terutama bagi anak-anak yang mengalami tekanan dan trauma akibat gempa utama maupun gempa susulan.

Posko Logistik Nasional Dibuka di Surabaya


Tantangan geografis Flores dan kondisi jalur transportasi yang masih dalam proses pemulihan membuat distribusi bantuan membutuhkan sistem logistik yang terkoordinasi.

Untuk itu, Caritas Indonesia membuka Posko Logistik Nasional di Kota Surabaya, Jawa Timur. Posko tersebut didukung Caritas Keuskupan Surabaya dan berfungsi sebagai pusat pengumpulan, konsolidasi, serta transit bantuan kemanusiaan dari berbagai wilayah Pulau Jawa dan sekitarnya.

Dari Surabaya, bantuan akan dikirim melalui jalur laut menuju sejumlah pelabuhan penerima di Flores, antara lain Labuan Bajo, Reo, dan Maumere.

Salah satu kebutuhan strategis yang sedang dipenuhi melalui posko tersebut adalah penyediaan 100 unit tandon air bersih berkapasitas 1.200 liter. Tandon ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di titik-titik pengungsian yang padat.

Pengiriman tandon dari Surabaya dijadwalkan menggunakan armada kapal laut pada 24 Agustus 2026. Di sisi lain, Caritas juga telah melakukan pemesanan tandon yang diproduksi di Ruteng dan Maumere untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah lokasi permukiman dan pengungsian.

180 Kilogram Obat dan Peralatan Medis Dikirim


Di bidang kesehatan, Caritas Indonesia memobilisasi tim medis nasional sekaligus menyalurkan bantuan berupa 180 kilogram obat-obatan dan peralatan medis ke wilayah terdampak.

Dokter dan tenaga kesehatan tambahan juga dikirim untuk memperkuat pelayanan yang sudah tersedia di lapangan, khususnya di wilayah Keuskupan Agung Ende dan Keuskupan Ruteng.

Pelayanan kesehatan dilakukan langsung di kantong-kantong pengungsian. Di Desa Satar Padut, Manggarai Timur, misalnya, sebanyak 80 pasien telah mendapatkan pelayanan.

Di Kabupaten Manggarai, layanan dilakukan di Desa Robek, Kecamatan Reo, dengan 120 pasien, serta di Desa Bajak yang menjangkau sekitar 200 warga terdampak.

Sementara itu, Caritas Keuskupan Maumere berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dan BPBD memberikan pelayanan kepada pengungsi di Lapangan Samador. Tim medis yang diterjunkan terdiri atas satu dokter, satu tenaga farmasi, dan dua perawat.

Pada 19–20 Agustus 2026, jaringan Caritas Indonesia melaksanakan pelayanan kesehatan di tujuh titik dan menjangkau 661 pasien. Mereka terdiri atas 247 laki-laki dan 405 perempuan, termasuk tiga anak laki-laki dan lima anak perempuan.

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan. Tim juga menemukan sejumlah penyakit kronis, antara lain hipertensi, diabetes melitus, kolesterol, dan *chronic obstructive pulmonary disease* (COPD), terutama pada kelompok lanjut usia.

Temuan lain meliputi lima kasus patah atau retak tulang di Pos Pengungsian Gereja St. Thomas Morus, Desa Robek. Tim juga menangani kasus keratitis, sejumlah luka termasuk luka tertusuk paku, serta kasus diare yang diduga berkaitan dengan konsumsi air sumur.

Di Desa Paralando, tim menemukan lima ibu hamil yang sebagian belum mendapatkan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) secara optimal.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di pengungsian tidak hanya membutuhkan penanganan penyakit akibat kondisi pascabencana, tetapi juga pemantauan rutin terhadap kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan warga dengan penyakit kronis.

481 Orang Mendapat Pendampingan Psikososial


Selain kebutuhan fisik, gempa dan rangkaian gempa susulan juga menimbulkan tekanan psikologis bagi masyarakat, terutama anak-anak.

Jaringan Caritas Indonesia menempatkan layanan Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial sebagai salah satu prioritas dalam masa tanggap darurat.

Pada 19–20 Agustus, layanan psikososial telah menjangkau 481 orang di empat titik, yakni Posko Damer, Posko Wae Waru, Pos Lemarang, dan Pos Ojang di Desa Robek.

Penerima layanan terdiri atas 91 laki-laki, 59 perempuan, 288 anak dan remaja berusia 1–16 tahun, serta 193 orang dewasa.

Bagi anak-anak dan remaja, pendampingan dilakukan melalui permainan, bernyanyi, menggambar, bercerita, dan berbagai aktivitas kelompok. Sementara orang tua dan masyarakat mendapatkan Psychological First Aid (PFA), sesi berbagi kelompok, serta penguatan spiritual untuk membantu menghadapi kecemasan dan trauma.

Di Desa Satar Padut, Manggarai Timur, sebanyak 42 anak berusia 3–12 tahun mengikuti pendampingan psikososial secara intensif.

Kegiatan serupa dilakukan secara berkala di pos-pos pengungsian wilayah Ruteng, Maumere, dan Labuan Bajo. Pendampingan tersebut diarahkan untuk membantu anak-anak kembali merasakan keamanan, keceriaan, dan kenyamanan batin di tengah situasi darurat.

Empat Keuskupan Bergerak Sesuai Kebutuhan Lapangan

Keuskupan Agung Ende


Caritas Keuskupan Agung Ende memusatkan perhatian pada masyarakat terdampak di Kabupaten Nagekeo, Ngada, dan Ende.

Bersama KKP-PMP Keuskupan Agung Ende, bantuan disalurkan ke Pos Pelayanan Kemanusiaan Paroki Stella Maris Danga di Mbay, Posko Pengungsian Paroki Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo, serta Paroki Kombandaru.

Bantuan yang disalurkan meliputi beras, telur, minyak goreng, mi instan, air kemasan, popok bayi dan dewasa, serta obat-obatan dasar.

Distribusi tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian selama masa tanggap darurat.

Keuskupan Maumere


Di wilayah Keuskupan Maumere, bantuan menjangkau masyarakat terdampak di kawasan pesisir dan pulau terluar, termasuk Pulau Palue.

Distribusi berskala besar ke Palue mencakup 2.500 kilogram beras, 204 papan telur, 200 dus air mineral, 200 lembar tikar, 35 terpal berukuran 6 x 4 meter, perlengkapan dapur, serta ratusan paket hygiene kit.

Bantuan juga disalurkan ke sejumlah paroki, antara lain Paroki Lela dan Paroki Lekebai. Untuk menjaga ketersediaan bantuan, relawan terus melakukan pembelanjaan bahan kebutuhan pokok dan perlengkapan kebersihan.

Logistik pangan juga disediakan untuk mendukung dapur umum di Paroki Lei dan dapur umum Seminari Menengah Bunda Segala Bangsa Maumere.

Keuskupan Ruteng


Caritas Keuskupan Ruteng memfasilitasi pendirian tenda darurat di RSUD Ruteng serta melakukan induksi dan koordinasi rutin bersama Kuria Keuskupan.

Pelayanan difokuskan pada kebutuhan pengungsi dan dukungan kesehatan.

Distribusi bahan kebutuhan pokok, pangan, dan hygiene kit telah dilakukan di Posko Pengungsian Barang Kolong dan Damer. Bantuan juga disalurkan ke lima titik lainnya, yakni Lengor, Ndekok, Bonar, Golo Tebo, dan Galang.

Caritas Keuskupan Ruteng akan terus memberikan bantuan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat. Tim juga melakukan kajian kebutuhan di sejumlah paroki terdampak untuk memastikan distribusi berikutnya sesuai dengan kondisi dan prioritas masyarakat.

Keuskupan Labuan Bajo


Caritas Keuskupan Labuan Bajo menyalurkan bantuan kemanusiaan darurat ke sejumlah paroki terdampak, antara lain Paroki Bari, Paroki Orong, Paroki Bajo, Paroki Reweng, dan Paroki Wangkung.

Bantuan berupa pangan dan hygiene kit disalurkan berdasarkan pembaruan data kebutuhan di lapangan.

Distribusi akan terus disesuaikan dan ditambah seiring perkembangan kondisi masyarakat. Langkah ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan dasar sekaligus membantu meringankan beban keluarga yang terdampak.

Tanggap Darurat Belum Berakhir


Masih berlangsungnya gempa susulan membuat fase tanggap darurat Flores membutuhkan perhatian berkelanjutan. BMKG mencatat ribuan gempa susulan sejak gempa utama 15 Agustus, dengan aktivitas terbesar mencapai magnitudo 6,2.

Karena itu, kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada distribusi makanan dan tempat tinggal sementara. Penyediaan air bersih, pelayanan kesehatan rutin, perlindungan kelompok rentan, pendampingan psikososial, serta pemutakhiran data kebutuhan menjadi bagian penting dari respons berikutnya.

Bagi Jaringan Caritas Indonesia, kerja kemanusiaan di Flores juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antarunsur Gereja Katolik dan berbagai pihak di luar Gereja.

Caritas Indonesia menyampaikan terima kasih kepada para donatur, relawan, dan mitra lembaga kemanusiaan yang telah mendukung respons tanggap darurat.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari BMKG dan pemerintah setempat.

Di tengah bangunan yang runtuh dan kehidupan yang harus dimulai kembali, respons kemanusiaan di Flores terus bergerak. Bagi para penyintas, kehadiran relawan, tenaga kesehatan, pendamping psikososial, dan dukungan dari berbagai penjuru menjadi pengingat bahwa pemulihan tidak harus dijalani sendirian.

Sumber: Caritas Indonesia 
Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Pekan Kedua Gempa Flores, Caritas Perkuat Layanan Kesehatan, Logistik, dan Psikososial

Katolik terkini- Agustus 21, 2026 0
Pekan Kedua Gempa Flores, Caritas Perkuat Layanan Kesehatan, Logistik, dan Psikososial
Dok. Caritas Indonesia  FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR, Katolik Terkini - Memasuki pekan kedua masa tanggap darurat gempa bumi Flores, Jaringan Caritas Indonesia…

Most Popular

Gempa Flores dan Tuhan yang Peduli - Menjawab Pertanyaan, Apakah Tuhan Sekejam Itu?

Gempa Flores dan Tuhan yang Peduli - Menjawab Pertanyaan, Apakah Tuhan Sekejam Itu?

Agustus 19, 2026
Pimpin PMKRI 2026–2028, Yonas Tola Serukan Organisasi Tetap Independen dan Relevan

Pimpin PMKRI 2026–2028, Yonas Tola Serukan Organisasi Tetap Independen dan Relevan

Agustus 19, 2026
Pekan Musik Liturgi FCh Bekali Suster Muda dengan Keterampilan dan Kedalaman Rohani

Pekan Musik Liturgi FCh Bekali Suster Muda dengan Keterampilan dan Kedalaman Rohani

Agustus 19, 2026
Gereja Hadir di Tengah Bencana, Caritas Labuan Bajo Bergerak Jangkau Korban Gempa

Gereja Hadir di Tengah Bencana, Caritas Labuan Bajo Bergerak Jangkau Korban Gempa

Agustus 18, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

Gempa Flores dan Tuhan yang Peduli - Menjawab Pertanyaan, Apakah Tuhan Sekejam Itu?

Gempa Flores dan Tuhan yang Peduli - Menjawab Pertanyaan, Apakah Tuhan Sekejam Itu?

Agustus 19, 2026
Pimpin PMKRI 2026–2028, Yonas Tola Serukan Organisasi Tetap Independen dan Relevan

Pimpin PMKRI 2026–2028, Yonas Tola Serukan Organisasi Tetap Independen dan Relevan

Agustus 19, 2026
Pekan Musik Liturgi FCh Bekali Suster Muda dengan Keterampilan dan Kedalaman Rohani

Pekan Musik Liturgi FCh Bekali Suster Muda dengan Keterampilan dan Kedalaman Rohani

Agustus 19, 2026
Gereja Hadir di Tengah Bencana, Caritas Labuan Bajo Bergerak Jangkau Korban Gempa

Gereja Hadir di Tengah Bencana, Caritas Labuan Bajo Bergerak Jangkau Korban Gempa

Agustus 18, 2026

Populart Categoris

  • Berita975
  • Cerpen7
  • Doa88
  • Film20
  • Filsafat11
  • Internasional368
  • Jelajah115
  • Lifestyle211
  • Nasional172
  • Pelayanan Sosial143
  • Puisi2
  • Refleksi390
  • Sosok326
  • Teologi73
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini