-->
Telusuri
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Beranda Berita Humaniora Jelajah Lifestyle Refleksi Sosok Kesederhanaan St. Fransiskus Menjadi Kunci Kebahagiaan dan Kesadaran Spiritual
Berita Humaniora Jelajah Lifestyle Refleksi Sosok

Kesederhanaan St. Fransiskus Menjadi Kunci Kebahagiaan dan Kesadaran Spiritual

Mengungkap Kebahagiaan dalam Kemiskinan Ekstrem: Pelajaran dari St. Fransiskus dari Assisi.
Katolik terkini
Katolik terkini
03 Okt, 2023 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Kesederhanaan St. Fransiskus Menjadi Kunci Kebahagiaan dan Kesadaran Spiritual

Katolik Terkini - St. Fransiskus dari Assisi adalah sosok yang dikenal oleh banyak orang sebagai pelindung hewan dan lingkungan, tetapi ada lebih banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari hidupnya daripada sekadar itu. 

Dalam tulisan ini, kita akan membahas kehidupan St. Fransiskus yang sederhana dan kemiskinan ekstrem yang dia pilih, serta bagaimana hal ini memengaruhi kebahagiaannya dan pandangan hidupnya.

Kemiskisan Ekstrem dan Kebahagiaan

St. Fransiskus lahir dalam keluarga pedagang yang berkecukupan dan memiliki segalanya yang mungkin diinginkan oleh orang pada umumnya. Namun, kehidupannya berubah secara drastis ketika ia memutuskan untuk mencari kemiskinan ekstrem. 

Ia tidak hanya memberikan banyak milik ayahnya, tetapi juga menanggalkan semua pakaiannya yang mahal dan mhidup menjadi pengembara. Keputusan ini bukanlah hasil dari keadaan yang tidak menguntungkan, tetapi sebuah pilihan yang disengaja.

St. Bonaventura menganggap bahwa penolakan Fransiskus terhadap kepemilikan material jauh lebih dalam daripada sekadar meninggalkan kenyamanan fisik.

Fransiskus ingin mencapai kemiskinan spiritual, hidup dengan kesadaran bahwa, dalam hubungannya dengan Allah, manusia adalah makhluk yang rendah. Ia tidak hanya mengosongkan tangannya dari barang-barang, tetapi juga hatinya agar Allah bisa mengisinya dengan kasih ilahi.

Stigmata dan Kebahagiaan

Pada tanggal 14 September, kita merayakan Pengangkatan Salib Suci. Pada peristiwa ini, St. Fransiskus menerima stigmata, yaitu luka-luka yang menyerupai luka-luka Kristus pada tubuhnya. Ini adalah momen yang mengubah hidupnya.

Mengapa rasa sakit fisik dan penolakan membuat Fransiskus begitu bahagia? Jawabannya mungkin adalah pada saat itu, ia sudah bahagia. Ia sudah memberikan semua yang ia miliki dan hidup dalam pertobatan. Penolakan atau pengunduruan dirinya adalah awal dari kebahagiaannya, dan stigmata adalah perluasan dari kebahagiaan yang sama.

Salah satu mitos tentang penolakan adalah bahwa melepaskan hal-hal membuat kita sedih. Namun, seperti yang terlihat dalam kehidupan Fransiskus, melepaskan sesuatu yang merusak, seperti merokok atau makanan junk food, dapat membawa kebahagiaan yang lebih besar.

Hal ini juga berlaku untuk penggunaan handphone yang berlebihan atau berkomitmen untuk berolahraga. Fransiskus menolak barang-barang bukan untuk menghukum dirinya sendiri, tetapi untuk mencapai kebaikan yang lebih besar.

Memberi yang Terbaik untuk Allah

Fransiskus adalah contoh nyata bahwa memiliki lebih sedikit bisa berarti memberi lebih banyak. Meskipun ia memiliki sedikit dalam kehidupan pribadinya, ia menjadi lebih produktif dalam upayanya yang bersifat umum.

Semakin sedikit yang ia miliki, semakin banyak yang bisa ia berikan untuk panggilannya. Bagi Fransiskus, barang-barang paling berharga adalah pemberian kepada Allah, dan hal ini tercermin dalam kebahagiaannya yang besar.

Kesimpulan

Dalam kehidupan St. Fransiskus dari Assisi, kita dapat belajar bahwa kemiskinan ekstrem bukanlah akibat dari keadaan yang sulit, tetapi merupakan pilihan sadar untuk mencapai kebahagiaan batin dan spiritual.

Melepaskan hal-hal yang merusak bisa membawa kebahagiaan yang lebih besar, dan dengan memiliki lebih sedikit, kita dapat memberi lebih banyak. Fransiskus mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati terletak dalam memberi yang terbaik untuk Allah dan hidup dengan sederhana.

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Perbarui Komitmen Pelayanan, 23 Imam Muda KAPal Ikuti Ongoing Formation di Banyuasin

Andreas Daris Awalistyo, S.Pd., M.I.Kom- Juni 26, 2026 0
Perbarui Komitmen Pelayanan, 23 Imam Muda KAPal Ikuti Ongoing Formation di Banyuasin
BANYUASIN, Katolik Terkini – Sebanyak 23 imam Diosesan Keuskupan Agung Palembang (KAPal) dengan usia tahbisan di bawah sepuluh tahun (Basepta) mengikuti kegi…

Most Popular

Caritas Indonesia dan Caritas Italiana Verifikasi Program Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Labuan Bajo

Caritas Indonesia dan Caritas Italiana Verifikasi Program Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Labuan Bajo

Juni 22, 2026
John Paul II Cup 2026 Siap Satukan Ribuan Misdinar KAJ dalam Semangat “Bara Aksi Lestari”

John Paul II Cup 2026 Siap Satukan Ribuan Misdinar KAJ dalam Semangat “Bara Aksi Lestari”

Juni 19, 2026
Revitalisasi Semangat Pelayanan Altar, 60 Misdinar St. Yoseph Palembang Ikuti Makrab “Space Mission”

Revitalisasi Semangat Pelayanan Altar, 60 Misdinar St. Yoseph Palembang Ikuti Makrab “Space Mission”

Juni 26, 2026
Sambut 100 Tahun Kolese Kanisius, Siswa Project AS2 Gelar Aksi Sosial untuk Anak-anak dan Penyandang Disabilitas

Sambut 100 Tahun Kolese Kanisius, Siswa Project AS2 Gelar Aksi Sosial untuk Anak-anak dan Penyandang Disabilitas

Juni 18, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

Caritas Indonesia dan Caritas Italiana Verifikasi Program Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Labuan Bajo

Caritas Indonesia dan Caritas Italiana Verifikasi Program Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Labuan Bajo

Juni 22, 2026
John Paul II Cup 2026 Siap Satukan Ribuan Misdinar KAJ dalam Semangat “Bara Aksi Lestari”

John Paul II Cup 2026 Siap Satukan Ribuan Misdinar KAJ dalam Semangat “Bara Aksi Lestari”

Juni 19, 2026
Revitalisasi Semangat Pelayanan Altar, 60 Misdinar St. Yoseph Palembang Ikuti Makrab “Space Mission”

Revitalisasi Semangat Pelayanan Altar, 60 Misdinar St. Yoseph Palembang Ikuti Makrab “Space Mission”

Juni 26, 2026
Sambut 100 Tahun Kolese Kanisius, Siswa Project AS2 Gelar Aksi Sosial untuk Anak-anak dan Penyandang Disabilitas

Sambut 100 Tahun Kolese Kanisius, Siswa Project AS2 Gelar Aksi Sosial untuk Anak-anak dan Penyandang Disabilitas

Juni 18, 2026

Populart Categoris

  • Berita934
  • Cerpen7
  • Doa87
  • Film20
  • Filsafat11
  • Internasional366
  • Jelajah115
  • Lifestyle207
  • Nasional160
  • Pelayanan Sosial138
  • Puisi2
  • Refleksi384
  • Sosok323
  • Teologi73
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini