-->
Telusuri
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Beranda Artikel Berita Film Humaniora Inspirasi Pelayanan Sosial Film “Yohanna”, Cermin Retak Keadilan Sosial Indonesia
Artikel Berita Film Humaniora Inspirasi Pelayanan Sosial

Film “Yohanna”, Cermin Retak Keadilan Sosial Indonesia

Katolik terkini
Katolik terkini
07 Apr, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Film Yohana akan tayang di Bioskop di seluruh Indonesia mulai 9 April 2026

Katolik Terkini - Film Yohanna karya Razka Robby Ertanto bukan sekadar tontonan sinematik, melainkan sebuah pengalaman batin yang menuntut kepekaan. Berlatar di Sumba, film ini hadir sebagai potret jujur tentang wajah Indonesia yang kerap luput dari sorotan; keras, sunyi, namun penuh daya hidup.

Tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 9 April 2026, Yohanna mengusung kisah seorang biarawati muda yang menjalankan misi kemanusiaan pascabencana. Namun, narasi yang dibangun tidak berhenti pada perjalanan personal tokohnya.

Film ini berkembang menjadi refleksi sosial yang tajam, menyoroti keterbatasan akses pendidikan, rapuhnya layanan kesehatan, kemiskinan struktural, hingga realitas anak-anak yang kehilangan masa kecilnya.

Realisme yang Menampar, Bukan Menggurui

Sebagai sutradara, Razka memilih pendekatan realisme yang kuat. Ia tidak membungkus realitas dengan dramatisasi berlebihan, melainkan menghadirkannya apa adanya.

“Sejak awal, saya ingin film ini tetap berpijak pada realisme. Apa yang kita lihat di Sumba adalah kenyataan yang dialami banyak orang. Yohanna bukan sekadar cerita, tetapi pengalaman yang dekat dengan kehidupan,” ujar Razka Robby Ertanto.

Pilihan alur linear dalam versi bioskop justru memperkuat daya jangkau pesan, membuat penonton tidak tersesat dalam eksplorasi artistik, tetapi fokus pada empati yang dibangun secara perlahan.

Namun, di sinilah kekuatan sekaligus tantangan film ini. Bagi sebagian penonton, ritme yang cenderung tenang dan kontemplatif mungkin terasa “lambat”. Tetapi bagi mereka yang bersedia bertahan, Yohanna menawarkan kedalaman emosi yang jarang ditemukan dalam film arus utama.

Penampilan Laura Basuki menjadi salah satu pilar utama film ini. Ia tidak tampil sebagai “tokoh besar”, melainkan sebagai manusia biasa yang rapuh, ragu, namun tetap bertahan. Aktingnya terasa organik, tidak berjarak dengan realitas yang dihadirkan film.

Karakter Yohanna tidak diglorifikasi sebagai penyelamat. Sebaliknya, ia adalah saksi, yang berjalan bersama masyarakat, bukan di atas mereka. Pendekatan ini membuat film terasa lebih jujur dan manusiawi.

Produser Eksekutif Wendra Lingga menegaskan bahwa film ini lahir dari panggilan kemanusiaan, bukan kalkulasi pasar.

“Kami membuat film ini dengan hati, tanpa ekspektasi apa pun. Yang kami jaga adalah bagaimana pesan kemanusiaan dan realitas sosial itu benar-benar terasa,” ujar Wendra.

Ia juga menekankan bahwa keterlibatannya dalam proyek ini melampaui batas identitas pribadi.

“Saya beragama Buddha, tetapi ketika melihat cerita ini, saya merasa terpanggil. Kemanusiaan tidak mengenal agama, suku, atau latar belakang. Film ini adalah tentang kita semua,” lanjut Wendra Lingga.

Sebelum tayang luas, Yohanna telah mencuri perhatian di berbagai festival internasional. Debutnya di International Film Festival Rotterdam 2024 menjadi pintu masuk pengakuan global. Film ini juga meraih penghargaan Best Direction di Jakarta Film Week 2024 serta memborong lima penghargaan di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, termasuk Film Terbaik dan Sutradara Terbaik.

Namun, penghargaan ini bukan sekadar ornamen prestise. Ia menjadi indikator bahwa Yohanna memiliki kekuatan naratif dan artistik yang diakui lintas budaya.

Ketika Realitas Berisiko Menjadi Jarak

Meski kuat secara pesan, Yohanna tidak sepenuhnya tanpa celah. Pendekatan realisme yang sangat setia terkadang membuat film terasa “dingin” bagi penonton yang terbiasa dengan konflik dramatis yang eksplisit. Beberapa bagian mungkin terasa repetitif dalam menggambarkan penderitaan, tanpa menawarkan resolusi yang cukup “memuaskan” secara emosional.

Namun, bisa jadi itu memang pilihan sadar. Film ini tidak ingin memberi jawaban, melainkan mengajukan pertanyaan, tentang posisi kita sebagai manusia dalam menghadapi ketidakadilan.

Yohanna adalah film yang tidak berusaha menyenangkan semua orang. Ia tidak menawarkan pelarian, tetapi konfrontasi, dengan realitas, dengan nurani, dan dengan kemanusiaan itu sendiri.

“Yohanna adalah pengingat sederhana namun kuat: kemanusiaan adalah bahasa universal, yang melampaui sekat apa pun, dan selalu menemukan jalannya untuk hidup di tengah dunia yang rapuh,” kata Wendra Lingga.

Melalui perjalanan sunyi seorang biarawati di pelosok Nusa Tenggara Timur, film ini mengingatkan bahwa harapan selalu lahir dari tempat-tempat yang paling rapuh. Bahwa di tengah luka, selalu ada ruang untuk kasih.

Lebih dari sekadar film, Yohanna adalah ajakan: untuk melihat, merasakan, dan, yang paling penting, tidak lagi berpaling.(AD)


Via Artikel
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Film “Yohanna”, Cermin Retak Keadilan Sosial Indonesia

Katolik terkini- April 07, 2026 0
Film “Yohanna”, Cermin Retak Keadilan Sosial Indonesia
Film Yohana akan tayang di Bioskop di seluruh Indonesia mulai 9 April 2026 Katolik Terkini - Film Yohanna karya Razka Robby Ertanto bukan sekadar tontonan sine…

Most Popular

Kebersihan Makam Yesus: Kebersihan Hati - Kebersihan Ekologis

Kebersihan Makam Yesus: Kebersihan Hati - Kebersihan Ekologis

April 06, 2026
Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Misa Malam Paskah di Gereja Paroki St. Petrus Sernaru: Cahaya Lilin dan Rahmat Baptisan Menyala

Misa Malam Paskah di Gereja Paroki St. Petrus Sernaru: Cahaya Lilin dan Rahmat Baptisan Menyala

April 06, 2026
Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026

Popular Post

Kebersihan Makam Yesus: Kebersihan Hati - Kebersihan Ekologis

Kebersihan Makam Yesus: Kebersihan Hati - Kebersihan Ekologis

April 06, 2026
Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Misa Malam Paskah di Gereja Paroki St. Petrus Sernaru: Cahaya Lilin dan Rahmat Baptisan Menyala

Misa Malam Paskah di Gereja Paroki St. Petrus Sernaru: Cahaya Lilin dan Rahmat Baptisan Menyala

April 06, 2026
Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026

Populart Categoris

  • Berita868
  • Cerpen7
  • Doa81
  • Film19
  • Filsafat10
  • Internasional356
  • Jelajah115
  • Lifestyle201
  • Nasional132
  • Pelayanan Sosial122
  • Puisi2
  • Refleksi359
  • Sosok312
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini