-->
Telusuri
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Beranda Berita Humaniora Internasional Vatikan Didesak Sediakan Eksorsis di Setiap Keuskupan di Tengah Meningkatnya Kasus Okultisme
Berita Humaniora Internasional

Vatikan Didesak Sediakan Eksorsis di Setiap Keuskupan di Tengah Meningkatnya Kasus Okultisme

Katolik terkini
Katolik terkini
29 Mar, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Sumber foto dari EWTN News

Katolik Terkini - Perwakilan dari International Association of Exorcists (AIE) mengajukan permintaan penting kepada Paus Leo XIV agar setiap keuskupan di seluruh dunia memiliki setidaknya satu atau lebih imam eksorsis yang terlatih.

Permintaan ini didasarkan pada meningkatnya kasus yang dikaitkan dengan praktik okultisme serta penderitaan spiritual yang dialami umat.

Permohonan tersebut disampaikan dalam audiensi pribadi pada 13 Maret di Istana Apostolik Vatikan. Dalam pertemuan itu, Paus menerima Uskup Karel Orlita dan Pastor Francesco Bamonte, yang masing-masing menjabat sebagai presiden dan wakil presiden AIE. Diskusi berfokus pada apa yang disebut sebagai “tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya” dalam pelayanan eksorsisme di Gereja Katolik.

Laporan: Penderitaan Spiritual Meningkat

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut, AIE menyerahkan laporan rinci kepada Paus Leo XIV. Laporan itu menyoroti situasi yang digambarkan sebagai “menyakitkan dan semakin meluas,” di mana banyak orang mengalami dampak serius akibat apa yang disebut sebagai tindakan luar biasa setan, terutama setelah keterlibatan dalam sekte atau praktik okultisme.

AIE menilai bahwa fenomena ini tidak bisa diabaikan. Mereka menekankan bahwa penderitaan spiritual yang dialami umat membutuhkan jawaban pastoral yang konkret dan terstruktur dari Gereja.

Usulan Strategis dan Formasi Klerus

Sebagai solusi, AIE mengusulkan langkah-langkah struktural dan edukatif. Salah satu poin utama adalah perlunya setiap keuskupan memiliki imam eksorsis yang terlatih sesuai dengan pedoman resmi Gereja.

Selain itu, AIE juga mendorong peningkatan formasi di berbagai tingkatan:

  • Pendidikan di seminari mengenai realitas dan hakikat dunia roh jahat dalam terang Injil
  • Pelatihan singkat bagi para uskup baru agar mampu mengawasi pelayanan eksorsisme
  • Pembekalan khusus dan wajib bagi imam yang akan ditunjuk sebagai eksorsis

Menurut Pastor Francesco Bamonte, langkah ini penting agar Gereja tidak lalai dalam melindungi umat dari serangan rohani yang serius.

Peringatan tentang Okultisme dan Satanisme

Dalam keterangannya, Pastor Bamonte mengingatkan bahwa penyebaran okultisme, esoterisme, dan bahkan satanisme telah membuka “pintu dan jendela” bagi pengaruh jahat di dunia modern.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan dalam praktik-praktik tersebut dapat menyebabkan berbagai bentuk gangguan spiritual, seperti kerasukan, gangguan, obsesi, hingga infestasi diabolik.

Ia juga menilai bahwa kasus-kasus semacam ini kemungkinan besar terus meningkat seiring berkembangnya praktik spiritual alternatif dalam beberapa dekade terakhir.

AIE mengaitkan fenomena ini dengan kecenderungan yang lebih luas dalam masyarakat, yakni menjauh dari Tuhan, meningkatnya dosa, serta meluasnya praktik esoterik.

Peran Eksorsis dalam Misi Gereja

AIE menegaskan bahwa kehadiran eksorsis yang ditunjuk secara resmi memungkinkan Gereja melanjutkan mandat Kristus untuk mengusir setan serta memberikan pendampingan kepada mereka yang mengalami penderitaan spiritual berat.

“Gereja sebagai keluarga Allah memiliki tanggung jawab untuk merawat umat dalam segala kebutuhan, termasuk yang paling ekstrem di tingkat spiritual,” ujar Bamonte.

Ia menambahkan bahwa imam eksorsis adalah gembala yang secara khusus menjalankan pelayanan tersebut. Sebaliknya, ketiadaan eksorsis di suatu keuskupan dinilai sebagai kerugian serius karena umat kehilangan akses pada bantuan sakramental yang diperlukan, sekaligus melemahkan peran Gereja sebagai keluarga Allah.

Pentingnya Persiapan Imam

AIE juga menyoroti pentingnya mempersiapkan para calon imam sejak masa pendidikan di seminari. Mereka harus dibekali kemampuan untuk membedakan kapan intervensi eksorsisme diperlukan serta bagaimana menangani situasi pastoral yang kompleks.

“Imam masa depan harus siap menghadapi realitas pastoral, termasuk meningkatnya permintaan umat akan pelayanan eksorsisme,” tegas Pastor Bamonte.

Sebagai bagian dari upaya pembaruan, AIE baru-baru ini menerbitkan dokumen berjudul “Guidelines for the Ministry of Exorcism” yang telah ditinjau oleh berbagai dikasteri Vatikan. Dokumen ini berisi panduan doktrinal dan praktis terkait pelayanan eksorsisme.

Dalam audiensi tersebut, dokumen itu diserahkan kepada Paus bersama sebuah gambar Santo Mikhael Malaikat Agung dari tempat ziarah Tempat Ziarah Monte Sant’Angelo.

Pada kesempatan yang sama, Paus Leo XIV juga mengenang pastor Gabriele Amorth, imam yang mendirikan AIE pada tahun 1994 dan dikenal luas atas dedikasinya dalam pelayanan eksorsisme.

Permintaan AIE ini menegaskan kembali pentingnya perhatian Gereja terhadap dimensi spiritual yang sering kali tersembunyi namun nyata dirasakan oleh umat. 

Di tengah meningkatnya praktik okultisme dan tantangan zaman modern, Gereja diharapkan mampu memberikan respons yang bijak, terarah, dan penuh kepedulian pastoral.(AD)

Sumber: EWTN News

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Caritas Indonesia dan Caritas Italiana Verifikasi Program Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Labuan Bajo

Katolik terkini- Juni 22, 2026 0
Caritas Indonesia dan Caritas Italiana Verifikasi Program Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Labuan Bajo
Katolik Terkini - Caritas Indonesia (Karina KWI) bersama Caritas Italiana melakukan rangkaian kunjungan lapangan dan verifikasi data Program Community Based I…

Most Popular

John Paul II Cup 2026 Siap Satukan Ribuan Misdinar KAJ dalam Semangat “Bara Aksi Lestari”

John Paul II Cup 2026 Siap Satukan Ribuan Misdinar KAJ dalam Semangat “Bara Aksi Lestari”

Juni 19, 2026
Sambut 100 Tahun Kolese Kanisius, Siswa Project AS2 Gelar Aksi Sosial untuk Anak-anak dan Penyandang Disabilitas

Sambut 100 Tahun Kolese Kanisius, Siswa Project AS2 Gelar Aksi Sosial untuk Anak-anak dan Penyandang Disabilitas

Juni 18, 2026
Caritas Indonesia dan Caritas Italiana Verifikasi Program Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Labuan Bajo

Caritas Indonesia dan Caritas Italiana Verifikasi Program Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Labuan Bajo

Juni 22, 2026
Ensiklik Paus Leo XIV Rerum Novarum: AI Harus Melayani Kemanusiaan

Ensiklik Paus Leo XIV Rerum Novarum: AI Harus Melayani Kemanusiaan

Mei 26, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

John Paul II Cup 2026 Siap Satukan Ribuan Misdinar KAJ dalam Semangat “Bara Aksi Lestari”

John Paul II Cup 2026 Siap Satukan Ribuan Misdinar KAJ dalam Semangat “Bara Aksi Lestari”

Juni 19, 2026
Sambut 100 Tahun Kolese Kanisius, Siswa Project AS2 Gelar Aksi Sosial untuk Anak-anak dan Penyandang Disabilitas

Sambut 100 Tahun Kolese Kanisius, Siswa Project AS2 Gelar Aksi Sosial untuk Anak-anak dan Penyandang Disabilitas

Juni 18, 2026
Caritas Indonesia dan Caritas Italiana Verifikasi Program Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Labuan Bajo

Caritas Indonesia dan Caritas Italiana Verifikasi Program Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Labuan Bajo

Juni 22, 2026
Ensiklik Paus Leo XIV Rerum Novarum: AI Harus Melayani Kemanusiaan

Ensiklik Paus Leo XIV Rerum Novarum: AI Harus Melayani Kemanusiaan

Mei 26, 2026

Populart Categoris

  • Berita932
  • Cerpen7
  • Doa87
  • Film20
  • Filsafat11
  • Internasional366
  • Jelajah115
  • Lifestyle207
  • Nasional158
  • Pelayanan Sosial138
  • Puisi2
  • Refleksi384
  • Sosok323
  • Teologi73
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini