-->
Telusuri
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Beranda Berita Jelajah Nasional PMKRI Bogor Laporkan Floribertus Rahardi atas Dugaan Komentar Rasis di Medsos
Berita Jelajah Nasional

PMKRI Bogor Laporkan Floribertus Rahardi atas Dugaan Komentar Rasis di Medsos

Katolik terkini
Katolik terkini
07 Mar, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor

Katolik Terkini - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor secara resmi melaporkan dugaan pernyataan bernuansa rasis yang beredar di media sosial kepada Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri pada Jumat (6/2/2026).

Laporan tersebut berkaitan dengan komentar yang ditulis oleh Floribertus Rahardi pada sebuah unggahan media sosial yang menyebut: “PMKRI itu K-nya Katolik, I-nya Indonesia. Tetapi khusus PMKRI cabang Bogor I-nya diganti F (Flores). Tapi moderatorya Rama Sambo berdarah Toraja.”

Bagi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Bogor, pernyataan tersebut bukan sekadar komentar biasa. Kalimat itu dinilai memuat pelabelan etnis serta penyebutan identitas ras tertentu yang berpotensi menimbulkan stigma dan permusuhan di ruang publik digital.

Ketua Komisariat IPB University PMKRI Cabang Bogor, Andrew Leo Wijaya, menegaskan bahwa pernyataan tersebut sangat menyakitkan dan tidak berdasar.

“Saya anggota PMKRI dan Ketua Komisariat, tetapi saya bukan orang Flores. Saya lahir dan besar di Bogor. Pernyataan Floribertus Rahardi sangat menyakitkan karena seolah-olah menuduh kami eksklusif dan kesukuan. Itu tuduhan yang tidak benar dan sangat jahat. Karena itu kami harus melaporkannya,” tegas Andrew.

Menurut Andrew, PMKRI merupakan organisasi kader nasional yang berdiri di atas nilai kebangsaan, bukan organisasi yang dibangun atas dasar kesukuan atau etnis tertentu.

Hal senada disampaikan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Bogor, Issac Frigy De Quirino. Ia mengakui dirinya memang berasal dari Flores, namun hal itu sama sekali tidak pernah menjadi identitas eksklusif organisasi.

“Saya memang asli Flores dan menimba ilmu di Bogor. Tetapi alumni PMKRI Cabang Bogor tidak hanya berasal dari Flores. Kader kami datang dari berbagai daerah dan latar belakang. PMKRI adalah ruang kaderisasi yang multikultur,” ujarnya.

Issac juga mengaku sangat menyesalkan pernyataan yang disampaikan oleh Floribertus Rahardi.

“Saya bersama para alumni PMKRI Cabang Bogor sangat menyesalkan bagaimana seorang figur seperti Floribertus Rahardi bisa mengeluarkan bahasa yang bernuansa rasis seperti itu. Pernyataan tersebut tidak sesuai dengan nilai Pancasila maupun semangat kekatolikan yang menjunjung martabat manusia tanpa membedakan ras dan etnis,” katanya.

Dalam laporan yang disampaikan kepada kepolisian, PMKRI Cabang Bogor menilai pernyataan tersebut diduga memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) undang-undang yang sama, Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Pasal 156 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang mengatur larangan menyatakan kebencian atau penghinaan terhadap suatu golongan di muka umum.

PMKRI Cabang Bogor juga menyampaikan harapan agar laporan tersebut dapat ditindaklanjuti secara serius oleh kepolisian.

“Kami telah menyampaikan surat kepada Kapolri. Kami berharap Bapak Kapolri beserta jajaran dapat menindaklanjuti laporan ini secara serius dan tidak mendiamkannya. Jika pernyataan bernuansa rasis seperti ini dibiarkan, maka stigma rasisme akan semakin menonjol dan berpotensi merusak tatanan kebangsaan kita,” tegas Issac.

Sebagai bukti awal, PMKRI Cabang Bogor turut melampirkan tangkapan layar komentar yang dimaksud dalam laporan tersebut.

Bagi organisasi mahasiswa Katolik yang telah berdiri sejak 1947 ini, langkah hukum tersebut bukan sekadar soal menjaga nama baik organisasi, tetapi juga bentuk komitmen menjaga ruang publik dari ujaran yang merendahkan martabat manusia berdasarkan identitas etnis maupun ras.

“Indonesia berdiri di atas keberagaman. Tidak boleh ada ruang bagi rasisme dalam percakapan publik bangsa ini,” demikian sikap PMKRI Cabang Bogor.(AD)

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Menghidupi Iman Lewat Pelayanan, Pesan Uskup Labuan Bajo pada Misa Kamis Putih di Rekas

Katolik terkini- April 03, 2026 0
Menghidupi Iman Lewat Pelayanan, Pesan Uskup Labuan Bajo pada Misa Kamis Putih di Rekas
Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, memimpin perayaan Misa Kamis Putih di Paroki Rekas  Katolik Terkini - Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, memimpin …

Most Popular

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026
Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Maret 30, 2026
Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Maret 30, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026

Popular Post

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026
Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Maret 30, 2026
Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Maret 30, 2026

Populart Categoris

  • Berita864
  • Cerpen7
  • Doa81
  • Film18
  • Filsafat10
  • Internasional356
  • Jelajah115
  • Lifestyle201
  • Nasional131
  • Pelayanan Sosial121
  • Puisi2
  • Refleksi356
  • Sosok312
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini