-->
Telusuri
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Beranda Berita Humaniora Internasional Refleksi Paus Leo XIV: Jangan Biarkan Mitos Kesuksesan Memadamkan Nyala Kasih dalam Keluarga
Berita Humaniora Internasional Refleksi

Paus Leo XIV: Jangan Biarkan Mitos Kesuksesan Memadamkan Nyala Kasih dalam Keluarga

Katolik terkini
Katolik terkini
30 Des, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Ilustrasi untuk kehidupan keluarga kristiani

Katolik Terkini - Paus Leo XIV mengajak keluarga-keluarga Kristiani untuk menjaga dan melindungi “nyala api kasih” di dalam rumah tangga dari pengaruh mitos-mitos modern tentang kesuksesan, kekuasaan, dan kenyamanan semu yang kerap menimbulkan keterasingan dan perpecahan.

Seruan ini disampaikan Paus saat memimpin doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, Minggu (28/12), bertepatan dengan Pesta Keluarga Kudus Nazaret.

Dalam renungannya, Paus merefleksikan peristiwa pelarian Keluarga Kudus ke Mesir sebagaimana diceritakan dalam Injil.

Paus menyoroti kontras yang tajam antara kepercayaan penuh Yesus, Maria, dan Yusuf kepada Allah dengan kekejaman Raja Herodes yang dilandasi oleh rasa takut kehilangan kekuasaan.

“Ini adalah saat pencobaan bagi Yesus, Maria, dan Yusuf. Gambaran cerah Natal seakan tertutupi oleh bayang-bayang ancaman yang mematikan,” ujar Paus.

Paus Leo XIV menggambarkan Herodes sebagai sosok yang kejam, haus darah, dan sangat kesepian karena dikuasai ketakutan akan dilengserkan. Setelah mendengar kabar dari orang-orang Majus tentang kelahiran “raja orang Yahudi,” Herodes memerintahkan pembunuhan semua anak yang seusia dengan Yesus.

Paus menegaskan bahwa meskipun di Betlehem terdapat terang dan sukacita—seperti yang dialami para gembala di hadapan palungan, semua itu tidak mampu menembus hati Herodes yang tertutup oleh ketakutan dan kekerasan.

Di tengah situasi kelam tersebut, Paus menekankan bahwa Keluarga Kudus menghadirkan satu-satunya jalan keselamatan, yakni Allah yang dengan cuma-cuma menyerahkan diri-Nya kepada manusia tanpa syarat dan tanpa pamrih.

Paus secara khusus menyoroti ketaatan Santo Yusuf yang dengan setia melindungi Maria dan Yesus.

“Tindakan Yusuf menyingkapkan makna penebusan yang mendalam,” kata Paus.

Menurutnya, di Mesir, nyala kasih dalam keluarga justru bertumbuh dan semakin kuat untuk menerangi seluruh dunia.

Mengaitkan refleksi Injil dengan realitas masa kini, Paus Leo XIV mengingatkan bahwa dunia modern juga memiliki “Herodes-Herodes” baru, berupa mitos kesuksesan dengan segala cara, kekuasaan tanpa nurani, dan kesejahteraan yang kosong serta dangkal.

Paus juga menegaskan bahwa masyarakat kerap harus membayar harga mahal dari ilusi-ilusi tersebut dalam bentuk kesepian, keputusasaan, perpecahan, dan konflik sosial.

“Janganlah kita membiarkan fatamorgana-fatamorgana ini memadamkan nyala api kasih dalam keluarga-keluarga Kristiani,” tegas Paus.

Ia mengajak keluarga untuk menumbuhkan kehidupan rohani dan relasi yang sehat melalui doa, penerimaan sakramen-sakramen secara teratur, khususnya sakramen tobat dan Ekaristi, serta dialog yang tulus, kesetiaan, dan ungkapan kasih yang sederhana namun nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Paus, keluarga yang hidup dalam nilai-nilai tersebut dapat menjadi cahaya harapan bagi lingkungan sekitarnya, sekaligus menjadi sekolah kasih dan sarana keselamatan di tangan Allah.

Usai doa Angelus, Paus Leo XIV menyapa para peziarah dari berbagai paroki dan kelompok asal Italia. Ia juga kembali menyuarakan seruan perdamaian, mengajak umat Katolik di seluruh dunia untuk terus mendoakan mereka yang menderita akibat konflik.

“Dalam terang kelahiran Tuhan, marilah kita terus berdoa bagi perdamaian, terutama bagi keluarga-keluarga yang terdampak perang, khususnya anak-anak, para lansia, dan mereka yang paling rentan,” pungkas Paus.(AD)

Sumber: Catholic News Agency (CNA)

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Wafat di Usia 108 Tahun, Kisah Pastor Benedict Chao Mengajarkan Arti Kesetiaan

Katolik terkini- Agustus 13, 2026 0
Wafat di Usia 108 Tahun, Kisah Pastor Benedict Chao Mengajarkan Arti Kesetiaan
Katolik Terkini - Ada orang yang dikenang karena apa yang mereka capai. Ada pula orang yang dikenang karena apa yang mereka tetap lakukan ketika segala sesuat…

Most Popular

Menjadi Katolik Tanpa Takut pada yang Berbeda

Menjadi Katolik Tanpa Takut pada yang Berbeda

Agustus 07, 2026
Perdalam TPE 2020, Paroki Santo Yoseph Palembang Bekali 96 Pelayan Musik Liturgi

Perdalam TPE 2020, Paroki Santo Yoseph Palembang Bekali 96 Pelayan Musik Liturgi

Agustus 07, 2026
Romo Robertus Pelita, Pejuang Pertanian Organik dari Waning yang Masuk Nominasi Satya Pangan Loka

Romo Robertus Pelita, Pejuang Pertanian Organik dari Waning yang Masuk Nominasi Satya Pangan Loka

Agustus 09, 2026
Ribuan Umat Sambut Patung Maria Assumpta Nusantara di Paroki Wae Sambi, Devosi dan Budaya Manggarai Berpadu Menuju Festival Golo Koe 2026

Ribuan Umat Sambut Patung Maria Assumpta Nusantara di Paroki Wae Sambi, Devosi dan Budaya Manggarai Berpadu Menuju Festival Golo Koe 2026

Agustus 06, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

Menjadi Katolik Tanpa Takut pada yang Berbeda

Menjadi Katolik Tanpa Takut pada yang Berbeda

Agustus 07, 2026
Perdalam TPE 2020, Paroki Santo Yoseph Palembang Bekali 96 Pelayan Musik Liturgi

Perdalam TPE 2020, Paroki Santo Yoseph Palembang Bekali 96 Pelayan Musik Liturgi

Agustus 07, 2026
Romo Robertus Pelita, Pejuang Pertanian Organik dari Waning yang Masuk Nominasi Satya Pangan Loka

Romo Robertus Pelita, Pejuang Pertanian Organik dari Waning yang Masuk Nominasi Satya Pangan Loka

Agustus 09, 2026
Ribuan Umat Sambut Patung Maria Assumpta Nusantara di Paroki Wae Sambi, Devosi dan Budaya Manggarai Berpadu Menuju Festival Golo Koe 2026

Ribuan Umat Sambut Patung Maria Assumpta Nusantara di Paroki Wae Sambi, Devosi dan Budaya Manggarai Berpadu Menuju Festival Golo Koe 2026

Agustus 06, 2026

Populart Categoris

  • Berita963
  • Cerpen7
  • Doa88
  • Film20
  • Filsafat11
  • Internasional368
  • Jelajah115
  • Lifestyle210
  • Nasional167
  • Pelayanan Sosial139
  • Puisi2
  • Refleksi389
  • Sosok326
  • Teologi73
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini