-->
Telusuri
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Beranda Berita Filsafat Humaniora Pendidikan Refleksi Telaah atas Buku Filosofi Cinta: Rahasia Menikmati Keindahan Hidup - Karya Dhimas Anugrah (PT Kanisius, 2025)
Berita Filsafat Humaniora Pendidikan Refleksi

Telaah atas Buku Filosofi Cinta: Rahasia Menikmati Keindahan Hidup - Karya Dhimas Anugrah (PT Kanisius, 2025)

Katolik terkini
Katolik terkini
26 Nov, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Katolik Terkini - Cinta sering digambarkan sebagai sesuatu yang lembut, personal, dan intim. Namun, dalam buku terbarunya "Filosofi Cinta: Rahasia Menikmati Keindahan Hidup," Dhimas Anugrah menghadirkan cinta bukan sekadar perasaan melankolis, melainkan sebagai struktur dasar eksistensi manusia. 

Dengan pendekatan filosofis, ilmiah, dan spiritual, buku ini mengajak pembaca menyelami cinta sebagai cara manusia mengada, bergerak, dan memahami dunia.

Cinta Sebagai Struktur Eksistensial

Dalam pengantarnya, Dhimas menegaskan bahwa cinta tidak hanya hadir dalam hubungan personal, tetapi merupakan realitas ontologis yang membentuk arah hidup manusia. Melalui kacamata fenomenologi, ia menjelaskan bahwa cinta adalah "cara berada di dunia," sebuah keterbukaan terhadap yang lain yang memungkinkan relasi autentik muncul. Dengan demikian, cinta bukan sekadar emosi, tetapi kondisi keberadaan.

Menariknya, Dhimas mendorong pembaca untuk menafsirkan kembali gagasan Heideggerian tentang Sein zum Tode (Berada Menuju Kematian). Ia menawarkan alternatif melalui konsep Sein zum Lieben (Berada Menuju Cinta), yang memandang manusia bukan hanya sebagai makhluk yang berjalan menuju kefanaan, tetapi sebagai entitas yang diarahkan pada relasi, kehangatan, dan keterhubungan.

Menurutnya, pengalaman mencintai dan dicintai bukan hanya bagian dari kehidupan, melainkan kerangka yang membentuk kehidupan itu sendiri.

Percakapan Antara Sains dan Spiritualitas

Dhimas juga membawa cinta ke ranah ilmiah. Ia menelusuri bagaimana neurosains dan kognisi berperan dalam pengalaman mencintai. Namun, alih-alih mereduksi cinta menjadi sekadar respons neurokimia, ia mempertanyakan apakah ada sesuatu yang melampaui mekanisme biologis itu.

Dari sini muncul gagasan yang disebutnya sebagai “Neuropistis,” usaha menjembatani iman dan realitas biologis.

Menurutnya, di tengah dunia yang semakin menekankan efisiensi dan rasionalitas, cinta sering direduksi menjadi transaksi atau proses psiko-biologis. Padahal, cinta tetap menyimpan ruang misteri yang sekaligus manusiawi dan transenden.

Buku ini pada intinya mengajak pembaca untuk melihat cinta bukan hanya sebagai pengalaman emosional, melainkan sebagai kekuatan yang membentuk, mengarahkan, dan membebaskan manusia. Cinta hadir dalam ketegangan antara romantika, etika, filsafat, spiritualitas, dan refleksi atas diri. Karena itu, membaca buku ini terasa seperti mengikuti sebuah ziarah intelektual, sederhana dalam penyampaian, tetapi kaya dalam gagasan.

Apresiasi Para Tokoh

Buku ini mendapat sambutan positif dari para intelektual dan tokoh publik. Pertama dari F. Budi Hardiman, Guru Besar Filsafat Universitas Pelita Harapan, menilai buku ini menggali fenomena cinta dari sisi-sisi yang jarang disadari. 

Menurutnya, ketika mencintai dengan tulus, manusia tidak sekadar merasakan cinta, tetapi juga digerakkan dan dibentuk olehnya. Renungan Dhimas, katanya, membantu pembaca menghayati cinta secara lebih dalam dan bermakna.

Kedua, Jessica Layantara, sahabat penulis, menyoroti kemampuan Dhimas menggabungkan kedalaman filosofis dengan sentuhan praktis yang membumi. 

Baginya, Filosofi Cinta adalah perjalanan panjang yang menghubungkan filsafat, psikologi, dan spiritualitas. Ia menyebut buku ini sebagai undangan untuk merenungkan cinta kepada sesama, semesta, dan Sang Pemberi Cinta.

Ketiga, P. Tri Agung Kristanto, Wakil Pimpinan Umum Harian Kompas, melihat buku ini sebagai pengingat bahwa pada akhirnya manusia hanya membutuhkan dua cinta: cinta kepada Tuhan dan cinta kepada sesama.

Keempat, Romo Franz Magnis-Suseno, SJ, guru besar emeritus STF Driyarkara, menegaskan bahwa kompleksitas cinta menjadi alasan utama Dhimas menulis buku ini. Menurutnya, Dhimas berhasil menguraikan berbagai dimensi cinta; psikologis, neurosains, filosofis, epistemologis, hermeneutik, etis, hingga teologis. 

Romo Magnis menutup apresiasinya dengan rekomendasi: siapa pun yang ingin memahami cinta sebagai unsur sentral eksistensi manusia akan mendapatkan manfaat besar dari membaca buku ini.

Filosofi Cinta adalah sebuah upaya ambisius namun bersahabat untuk memahami cinta dalam seluruh kompleksitasnya. Buku ini cocok bagi pembaca yang ingin melihat cinta lebih dari sekadar rasa: sebagai prinsip hidup, sebagai fondasi etika, sebagai struktur eksistensial, dan sebagai jalan spiritual.

Dengan bahasa yang mengalir namun sarat refleksi, Dhimas Anugrah mengajak kita menelusuri cinta sebagai misteri yang membentuk hidup. Sebuah bacaan yang tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga menghangatkan keberadaan.

Oleh: Albertus Dino

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Menghidupi Iman Lewat Pelayanan, Pesan Uskup Labuan Bajo pada Misa Kamis Putih di Rekas

Katolik terkini- April 03, 2026 0
Menghidupi Iman Lewat Pelayanan, Pesan Uskup Labuan Bajo pada Misa Kamis Putih di Rekas
Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, memimpin perayaan Misa Kamis Putih di Paroki Rekas  Katolik Terkini - Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, memimpin …

Most Popular

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026
Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Maret 30, 2026
Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Maret 30, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026

Popular Post

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026
Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Maret 30, 2026
Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Maret 30, 2026

Populart Categoris

  • Berita864
  • Cerpen7
  • Doa81
  • Film18
  • Filsafat10
  • Internasional356
  • Jelajah115
  • Lifestyle201
  • Nasional131
  • Pelayanan Sosial121
  • Puisi2
  • Refleksi356
  • Sosok312
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini