-->
Telusuri
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Beranda Berita Internasional Perdamaian Paus Leo XIV Kritik AS, Serukan Perdamaian Ukraina, dan Peringatkan Teror di Nigeria
Berita Internasional Perdamaian

Paus Leo XIV Kritik AS, Serukan Perdamaian Ukraina, dan Peringatkan Teror di Nigeria

Katolik terkini
Katolik terkini
19 Nov, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Sumber foto dati Vatican News

Katolik Terkini - Paus Leo XIV menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap berbagai isu global, mulai dari konflik Ukraina, kebijakan migrasi di Amerika Serikat, hingga terorisme di Nigeria, dalam sesi tanya jawab bersama para jurnalis pada Selasa (18/11/2025), saat beliau berada di Castel Gandolfo untuk menjalani hari istirahat mingguannya.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat namun sarat isu serius tersebut, Paus menegaskan kembali seruan Gereja bagi perdamaian, perlindungan martabat manusia, serta pentingnya dialog dalam menyelesaikan konflik di berbagai belahan dunia.

Serukan Gencatan Senjata di Ukraina

Menjelang upaya baru untuk melanjutkan perundingan damai Ukraina-Rusia di Turkiye, Paus Leo XIV ditanya mengenai kemungkinan kompromi wilayah sebagai jalan keluar perang, opsi yang sebelumnya disebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Konstitusi Ukraina sangat jelas. Itu keputusan mereka,” ujar Paus.

Namun, ia menilai persoalan utamanya adalah tidak adanya gencatan senjata.

“Sayangnya, orang-orang terus meninggal setiap hari. Kita harus terus mendesak perdamaian, dimulai dari gencatan senjata lalu dilanjutkan dialog,” tegasnya.

Paus Kecam Langkah Anti-Migran di Amerika Serikat

Menanggapi pernyataan Konferensi Waligereja AS yang menolak pengusiran massal dan menyerukan perlindungan martabat manusia, Paus Leo XIV menyatakan dukungan penuh.

Ia mengajak seluruh umat Katolik di AS, serta masyarakat luas,untuk mendengarkan suara moral para uskup.

“Kita harus mencari cara memperlakukan orang dengan kemanusiaan, dengan martabat yang melekat pada diri mereka,” kata Paus.

Paus menegaskan bahwa setiap negara berhak mengatur perbatasannya, namun menyoroti perlakuan tidak manusiawi terhadap para migran yang telah tinggal lama di AS.

“Ketika mereka sudah hidup 10, 15, bahkan 20 tahun di sana, memperlakukan mereka secara kasar, bahkan disertai kekerasan, sangatlah memprihatinkan,” ujarnya.

Peringatkan Bahaya Kekerasan di Nigeria

Paus kembali menyoroti meningkatnya kekerasan terhadap komunitas Kristiani dan Muslim di Nigeria, yang sebelumnya juga ia suarakan dalam Doa Malaikat Tuhan.

Menurutnya, terorisme di negara tersebut terkait erat dengan ekonomi perang dan perebutan wilayah.

“Sayangnya, banyak umat Kristiani telah tewas. Pemerintah dan seluruh komunitas harus menemukan cara untuk memajukan kebebasan beragama yang sejati,” ujarnya.

Ditanya mengenai rencana kunjungan ke Amerika Latin pada tahun-tahun mendatang, Paus Leo XIV mengatakan bahwa Vatikan baru akan mulai menyusun agenda perjalanan setelah Tahun Yubileum.

Beberapa tujuan yang disebutnya antara lain Fatima, Guadalupe di Meksiko, Uruguay, Argentina, dan Peru, negara tempat ia pernah menjadi misionaris selama lebih dari dua dekade.

“Saya selalu menyukai perjalanan,” katanya.

Rutinitas Istirahat di Castel Gandolfo

Menjawab rasa ingin tahu para jurnalis, Paus menjelaskan rutinitas santainya setiap Selasa di Castel Gandolfo.

“Sedikit olahraga, membaca, bekerja, menjawab korespondensi, panggilan telepon… juga tenis dan berenang,” tuturnya sambil tersenyum.

Paus menegaskan bahwa waktu istirahat penting bagi kesehatan fisik dan mental setiap orang.

Tanggapi Kasus Uskup Cadiz

Paus juga ditanya mengenai kasus Uskup Rafael Zornoza dari Cadiz dan Ceuta, yang dituduh melakukan pelecehan seksual pada 1990-an.

Menurutnya, Gereja memiliki protokol yang jelas dalam menangani kasus hukum dan moral.

“Penyelidikan telah dibuka dan harus dibiarkan berjalan. Hasilnya akan menentukan konsekuensinya,” ujarnya.

Ia berharap para korban menemukan ruang aman untuk menyampaikan kesaksian, seraya menekankan pentingnya menghormati proses hukum gereja.(AD)

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Perbarui Komitmen Pelayanan, 23 Imam Muda KAPal Ikuti Ongoing Formation di Banyuasin

Andreas Daris Awalistyo, S.Pd., M.I.Kom- Juni 26, 2026 0
Perbarui Komitmen Pelayanan, 23 Imam Muda KAPal Ikuti Ongoing Formation di Banyuasin
BANYUASIN, Katolik Terkini – Sebanyak 23 imam Diosesan Keuskupan Agung Palembang (KAPal) dengan usia tahbisan di bawah sepuluh tahun (Basepta) mengikuti kegi…

Most Popular

John Paul II Cup 2026 Siap Satukan Ribuan Misdinar KAJ dalam Semangat “Bara Aksi Lestari”

John Paul II Cup 2026 Siap Satukan Ribuan Misdinar KAJ dalam Semangat “Bara Aksi Lestari”

Juni 19, 2026
Sambut 100 Tahun Kolese Kanisius, Siswa Project AS2 Gelar Aksi Sosial untuk Anak-anak dan Penyandang Disabilitas

Sambut 100 Tahun Kolese Kanisius, Siswa Project AS2 Gelar Aksi Sosial untuk Anak-anak dan Penyandang Disabilitas

Juni 18, 2026
Caritas Indonesia dan Caritas Italiana Verifikasi Program Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Labuan Bajo

Caritas Indonesia dan Caritas Italiana Verifikasi Program Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Labuan Bajo

Juni 22, 2026
Ensiklik Paus Leo XIV Rerum Novarum: AI Harus Melayani Kemanusiaan

Ensiklik Paus Leo XIV Rerum Novarum: AI Harus Melayani Kemanusiaan

Mei 26, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025

Popular Post

John Paul II Cup 2026 Siap Satukan Ribuan Misdinar KAJ dalam Semangat “Bara Aksi Lestari”

John Paul II Cup 2026 Siap Satukan Ribuan Misdinar KAJ dalam Semangat “Bara Aksi Lestari”

Juni 19, 2026
Sambut 100 Tahun Kolese Kanisius, Siswa Project AS2 Gelar Aksi Sosial untuk Anak-anak dan Penyandang Disabilitas

Sambut 100 Tahun Kolese Kanisius, Siswa Project AS2 Gelar Aksi Sosial untuk Anak-anak dan Penyandang Disabilitas

Juni 18, 2026
Caritas Indonesia dan Caritas Italiana Verifikasi Program Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Labuan Bajo

Caritas Indonesia dan Caritas Italiana Verifikasi Program Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Labuan Bajo

Juni 22, 2026
Ensiklik Paus Leo XIV Rerum Novarum: AI Harus Melayani Kemanusiaan

Ensiklik Paus Leo XIV Rerum Novarum: AI Harus Melayani Kemanusiaan

Mei 26, 2026

Populart Categoris

  • Berita934
  • Cerpen7
  • Doa87
  • Film20
  • Filsafat11
  • Internasional366
  • Jelajah115
  • Lifestyle207
  • Nasional160
  • Pelayanan Sosial138
  • Puisi2
  • Refleksi384
  • Sosok323
  • Teologi73
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini