-->
Telusuri
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Beranda Berita Inspirasi Perdamaian Refleksi Sosok Javier Cercas: Paus Fransiskus, Pemimpin Sejati yang Membawa Kristus ke Jalanan dan Ke Hati Umat
Berita Inspirasi Perdamaian Refleksi Sosok

Javier Cercas: Paus Fransiskus, Pemimpin Sejati yang Membawa Kristus ke Jalanan dan Ke Hati Umat

Katolik terkini
Katolik terkini
25 Apr, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Katolik Tekini - Penulis ternama asal Spanyol, Javier Cercas, mengenang sosok Paus Fransiskus sebagai seorang gembala yang rendah hati dan manusiawi, tak lama setelah kabar wafatnya pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu menyebar ke seluruh dunia. 

Dalam wawancaranya bersama Vatican News, Cercas mengungkapkan kesedihannya yang mendalam dan memuji warisan spiritual Paus yang dinilai mengubah arah Gereja ke jalur yang lebih dekat dengan umat dan Kristus sendiri.

“Saya benar-benar terkejut. Rasanya seperti kehilangan seseorang yang sangat dekat. Saya pikir beliau sudah pulih, apalagi baru kemarin tampil di hadapan umat di Lapangan Santo Petrus,” ujar Cercas dalam wawancara via telepon.

Penulis buku The Madman of God at the End of the World itu sempat menemani Paus Fransiskus dalam perjalanan pastoral ke Mongolia. Dari pengalaman tersebut, ia menyebut Fransiskus bukan hanya sebagai Paus, tetapi lebih dari itu, sebagai seorang imam yang bersahaja dan hadir sebagai figur kebapakan.

Paus Fransiskus: Pemimpin yang Rendah Hati dan Manusiawi

Menurut Cercas, hal yang paling menonjol dari pribadi Paus Fransiskus adalah kerendahan hatinya. 

“Ia mengakui kesalahan, tidak menyembunyikan kelemahan, dan menunjukkan dirinya sebagai manusia biasa. Itu membuat orang merasa dekat dengannya,” jelas Cercas.

Cercas mengingat pernyataan pertama Paus saat menerima jabatan di Kapel Sistina: “Saya menerima, meskipun saya adalah seorang pendosa.” 

Kalimat sederhana itu, menurutnya, mencerminkan kesadaran mendalam akan kemanusiaan dan kelemahan diri, sesuatu yang sangat langka pada sosok pemimpin besar.

Javier Cercas juga menyoroti keputusan Paus untuk mengambil nama “Fransiskus” sebagai simbol kerendahan hati. Nama itu merujuk pada Santo Fransiskus dari Assisi, yang dikenal karena kesederhanaannya dan kepeduliannya terhadap kaum miskin. 

“Itu adalah pesan tersirat bahwa beliau ingin membawa Gereja kembali ke akar-akar kemanusiaan dan pengabdian,” katanya.

Revolusi Sunyi yang Dilakukan Paus Fransiskus

Dalam pandangan Cercas, Paus Fransiskus melakukan “revolusi senyap” dalam Gereja Katolik. Bukan revolusi doktrin, melainkan transformasi spiritual dan pastoral yang sejalan dengan semangat Konsili Vatikan II.

“Beliau ingin membawa Kristus keluar dari sakristi dan ke jalanan,” ujar Cercas, mengutip pernyataan Paus dalam wawancara awalnya bersama majalah Jesuit Italia, La Civiltà Cattolica. Bagi Paus, kekristenan yang sejati adalah kekristenan yang hadir di tengah masyarakat, bersama kaum miskin dan terpinggirkan.

Saat menemani Paus ke Mongolia, Cercas menyaksikan secara langsung para misionaris yang disebutnya sebagai “revolusioner Injil.” Mereka adalah orang-orang yang meninggalkan segalanya, seperti para rasul, demi melayani yang membutuhkan.

“Bagi Paus Fransiskus, orang Kristen sejati adalah para misionaris. Mereka adalah perpanjangan tangan dari pesan Yesus—bukan kekuasaan atau kekayaan, tetapi kasih dan pelayanan,” jelas Cercas.

Warisan Paus Fransiskus: Reformasi yang Belum Selesai

Meski Paus Fransiskus telah wafat, Javier Cercas meyakini bahwa misi reformasi yang diusungnya belum selesai. Warisan beliau akan terus hidup dalam semangat keterbukaan, pelayanan, dan kembalinya Gereja pada nilai-nilai Kristus yang asli.

“Beliau menolak klerikalisme, mengecam gaya hidup Gereja yang terlalu duniawi, dan mengajak kita kembali ke akar. Reformasi itu masih berlanjut,” tutup Cercas.(AD)

Sumber: Vatican News

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Menghidupi Iman Lewat Pelayanan, Pesan Uskup Labuan Bajo pada Misa Kamis Putih di Rekas

Katolik terkini- April 03, 2026 0
Menghidupi Iman Lewat Pelayanan, Pesan Uskup Labuan Bajo pada Misa Kamis Putih di Rekas
Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, memimpin perayaan Misa Kamis Putih di Paroki Rekas  Katolik Terkini - Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, memimpin …

Most Popular

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026
Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Maret 30, 2026
Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Maret 30, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026

Popular Post

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026
Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Maret 30, 2026
Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Maret 30, 2026

Populart Categoris

  • Berita864
  • Cerpen7
  • Doa81
  • Film18
  • Filsafat10
  • Internasional356
  • Jelajah115
  • Lifestyle201
  • Nasional131
  • Pelayanan Sosial121
  • Puisi2
  • Refleksi356
  • Sosok312
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini