-->
Telusuri
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Beranda Berita Humaniora Nasional Refleksi Hari Ketiga SAGKI 2025: Gereja Didorong Hadir di Tengah Bangsa, Menabur Harapan di Tengah Perubahan
Berita Humaniora Nasional Refleksi

Hari Ketiga SAGKI 2025: Gereja Didorong Hadir di Tengah Bangsa, Menabur Harapan di Tengah Perubahan

Katolik terkini
Katolik terkini
05 Nov, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Katolik Terkini - Hari ketiga sesi pertama Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2025 menghadirkan tiga narasumber lintas bidang yang mengajak seluruh peserta merefleksikan arah perjalanan Gereja dan bangsa. 

Mereka adalah Mgr. Adrianus Sunarko, OFM (Uskup Pangkalpinang), Dr. Agustinus Prasetyantoko (Ico) (ekonom dan mantan Rektor Unika Atma Jaya), serta Yunarto Wijaya (Direktur Eksekutif Carta Politika).

Dalam refleksi yang dipandu suasana sinodalitas, ketiganya menyoroti dinamika kehidupan Gereja dan masyarakat dari tiga perspektif: iman, ekonomi, dan politik.

Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, menegaskan bahwa Gereja sinodal bukan sekadar tema atau metode, melainkan cara hidup umat Allah yang berjalan bersama dalam komunio dan misi. 

Ia mengajak umat untuk memperkuat partisipasi, keterbukaan terhadap bimbingan Roh Kudus, serta menghidupi nilai transparansi dan akuntabilitas. 

Dengan begitu, Gereja dapat sungguh menjadi suara kenabian yang membawa harapan dan rekonsiliasi di tengah bangsa.

Sementara itu, Dr. Agustinus Prasetyantoko menyoroti tantangan ekonomi Indonesia dari sisi keadilan sosial. Ia mengutip ekonom peraih Nobel, Amartya Sen, bahwa “tidak ada kemakmuran tanpa keadilan.” 

Menurutnya, Gereja dapat berperan besar melalui pendidikan sosial dan pembentukan etika publik yang menumbuhkan solidaritas, tanggung jawab bersama, serta keberpihakan kepada kaum kecil dan tersingkir.

Dari perspektif politik, Yunarto Wijaya mengingatkan pentingnya menjaga rasionalitas dan kewarasan demokrasi di tengah cepatnya perubahan dan maraknya disinformasi. Ia menegaskan bahwa partisipasi warga adalah kekuatan moral bangsa. 

Karena itu, generasi muda perlu dibekali pendidikan kritis agar mampu menjaga nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan kebangsaan dalam kehidupan publik.

Ketiganya sepakat bahwa Gereja harus hadir di tengah masyarakat, membaca tanda-tanda zaman, dan menjadi penabur harapan bagi bangsa Indonesia.

Hadir di Tengah Masyarakat

Pada sesi kedua, semangat “Gereja yang hadir dan berjalan bersama” semakin diperkaya melalui sesi sharing pengalaman hidup dari empat tokoh perwakilan kelompok masyarakat. 

Mereka adalah Prof. Tri Budi Raharjo, dokter spesialis gerontologi; Sunarman Sukamto, penyandang disabilitas yang aktif menggerakkan komunitas difabel; Monika Bataona, perwakilan Orang Muda Katolik (OMK); dan Wima Chrisyanti, aktivis lingkungan.

Sesi yang dimoderatori oleh Romo Yus Ardianto ini mengangkat kisah nyata bagaimana mereka berusaha menjadi saksi iman melalui karya nyata di keluarga, masyarakat, dan lingkungan hidup.

Prof. Tri Budi Raharjo berbagi pengalamannya mengabdikan diri untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia, termasuk di lingkungan Gereja Katolik, agar para orang tua dapat tetap dihargai dan diberdayakan.

Sementara Sunarman Sukamto menuturkan perjuangannya sebagai difabel untuk hidup mandiri dan percaya diri, serta menginspirasi banyak orang agar tidak menyerah pada keterbatasan.

Wima Chrisyanti menegaskan bahwa keterlibatan aktif di masyarakat, meski terkadang lebih terasa di luar Gereja, tetap merupakan bentuk kesaksian iman di dunia nyata. “Yang penting, kita tetap membawa semangat Kristus di mana pun kita berada,” ujarnya.

Melalui pengalaman keempat narasumber tersebut, SAGKI 2025 meneguhkan bahwa setiap orang, dengan segala keterbatasan dan keunikannya, dipanggil untuk hadir, berjalan bersama, dan berbuat sesuatu yang nyata bagi sesama.

Gereja Menegaskan Komitmen Sinodal dan Sosial

Menutup hari ketiga, refleksi bersama ini mempertegas arah Gereja Katolik Indonesia dalam perjalanan menuju masa depan: Gereja yang berjalan bersama bangsa, menebarkan kasih, dan memperjuangkan keadilan sosial.

Melalui SAGKI 2025, Gereja menegaskan kembali komitmennya untuk menghadirkan wajah Allah yang penuh belas kasih, serta menumbuhkan kehidupan sosial yang adil, terbuka, dan berkeadaban di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.(AD)

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Menghidupi Iman Lewat Pelayanan, Pesan Uskup Labuan Bajo pada Misa Kamis Putih di Rekas

Katolik terkini- April 03, 2026 0
Menghidupi Iman Lewat Pelayanan, Pesan Uskup Labuan Bajo pada Misa Kamis Putih di Rekas
Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, memimpin perayaan Misa Kamis Putih di Paroki Rekas  Katolik Terkini - Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, memimpin …

Most Popular

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026
Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Maret 30, 2026
Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Maret 30, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026

Popular Post

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026
Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Maret 30, 2026
Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Maret 30, 2026

Populart Categoris

  • Berita864
  • Cerpen7
  • Doa81
  • Film18
  • Filsafat10
  • Internasional356
  • Jelajah115
  • Lifestyle201
  • Nasional131
  • Pelayanan Sosial121
  • Puisi2
  • Refleksi356
  • Sosok312
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini