-->
Telusuri
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Beranda Berita Nasional Perdamaian Refleksi SAGKI 2025: Gereja Katolik Indonesia Bersatu Berjalan Bersama untuk Perdamaian
Berita Nasional Perdamaian Refleksi

SAGKI 2025: Gereja Katolik Indonesia Bersatu Berjalan Bersama untuk Perdamaian

Katolik terkini
Katolik terkini
29 Okt, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Katolik Terkini - Gereja Katolik Indonesia kembali menggelar Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI), sebuah pertemuan besar yang melibatkan seluruh unsur Gereja—Uskup, Imam atau Romo, Bruder, Suster, serta umat awam—untuk mempererat persaudaraan dan bersama-sama merefleksikan peran Gereja di tengah tantangan bangsa dan dunia masa kini.

SAGKI 2025 akan diselenggarakan pada 3 hingga 7 November 2025 di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh utusan dari 38 keuskupan teritorial di seluruh Indonesia dan 1 keuskupan TNI-Polri.

Sidang ini merupakan SAGKI yang kelima sejak pertama kali diadakan pada tahun 2000. Kegiatan yang semula rutin dilaksanakan setiap lima tahun ini sempat tertunda pada 2020 karena pandemi Covid-19.

Tema: “Berjalan Bersama sebagai Peziarah Pengharapan”

Tahun ini, SAGKI mengusung tema “Berjalan Bersama sebagai Peziarah Pengharapan: Menjadi Gereja Sinodal yang Misioner untuk Perdamaian.”

Kata sinodal berasal dari bahasa Yunani, syn yang berarti “bersama”, dan hodos yang berarti “jalan.” Tema ini menegaskan kesadaran Gereja Katolik sebagai persekutuan umat Allah yang berjalan bersama, baik secara internal (antara para pelayan dan umat Gereja) maupun eksternal (bersama masyarakat lintas agama, budaya, dan kepercayaan), dalam mewartakan kasih Allah kepada seluruh ciptaan.

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC, menegaskan bahwa semangat berjalan bersama merupakan kekuatan besar bagi Gereja dalam menghadapi perubahan zaman.

“Berjalan bersama yang di dalamnya ada nilai solidaritas, subsidiaritas, seperasaan-sependeritaan, saling menghargai dan menghormati, saling melayani dan berkorban, merupakan kekuatan luar biasa untuk terus mewartakan kebaikan, keadilan, dan kedamaian,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor KWI, Jakarta Pusat, Rabu (29/10).

Mgr. Antonius juga menekankan bahwa semangat sinodalitas ini tidak hanya penting bagi Gereja, tetapi juga relevan bagi kehidupan bangsa.

“Berjalan bersama juga membantu kita mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa, seperti kerusakan lingkungan hidup, korupsi, kesenjangan sosial, intoleransi, kekerasan, dan ketidakadilan gender,” tambahnya.

Gereja yang Membangun Dialog dan Perdamaian

Melalui tema besar tersebut, SAGKI 2025 diharapkan menjadi momentum bagi Gereja Katolik untuk membangun sikap saling mendengarkan, berdialog secara setara, memperbarui komitmen pelayanan, dan menggali potensi umat guna mewujudkan misi Kristus di dunia, yaitu hidup damai sejahtera yang sejati.

Inspirasi ini sejalan dengan pesan Bapa Suci Paus Leo XIV dalam sambutan perdananya Urbi et Orbi pada 8 Mei 2025, sesaat setelah terpilih menjadi Paus. Dalam pesannya, Paus Leo XIV menyapa dunia dengan kalimat, “Damai sejahtera untuk kalian semua.”

“Dunia sedang membutuhkan suasana hidup yang damai, dan Gereja tidak bisa tinggal diam. Gereja harus ambil bagian dalam menciptakan tata kehidupan bersama yang harmonis dan penuh kasih,” tutur Paus Leo XIV.

Ia menambahkan, Gereja diharapkan menjadi jembatan dan ruang dialog yang terbuka bagi semua orang yang membutuhkan belas kasih dan kehadiran.

Nilai Kebersamaan yang Mengakar dalam Bangsa Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KWI juga mengaitkan semangat berjalan bersama dengan nilai-nilai kebangsaan yang telah mengakar dalam sejarah Indonesia.

“Semangat berjalan bersama sudah dialami oleh bangsa kita sejak Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, ketika para pemuda dari berbagai suku dan agama bertekad bersatu untuk mencintai tanah air dan berjuang melawan penjajah,” ujarnya.

Semangat kebersamaan yang telah memerdekakan bangsa, lanjutnya, kini perlu terus dihidupi dalam menghadapi tantangan zaman modern.

“Bhinneka Tunggal Ika menjadi pengingat bahwa kebersamaan dalam perbedaan adalah kekuatan besar untuk mewujudkan perdamaian dan keadilan sosial,” tegas Mgr. Antonius.

Pengharapan: Kekuatan Rohani dalam Misi Gereja

Mgr. Anton juga menyoroti pentingnya pengharapan sebagai sumber kekuatan rohani dalam melaksanakan misi Gereja. Ia mengutip pesan Paus Fransiskus dalam dokumen Spes non Confundit (Pengharapan Tidak Mengecewakan), yang diterbitkan sebagai Bulla Yubileum Tahun 2025.

Dalam dokumen tersebut, Paus Fransiskus menulis bahwa pengharapan dapat bertahan di tengah penderitaan karena berakar pada iman dan tumbuh dalam kasih.

“Seperti dikatakan Santo Agustinus, apa pun keadaan hidup kita, kita tidak dapat hidup tanpa iman, harapan, dan kasih,” ujar Mgr. Antonius mengutip tulisan itu.

Ia menegaskan, Gereja Katolik bersama semua pihak yang berkehendak baik dipanggil untuk menjadi tanda pengharapan bagi mereka yang menderita dan menghadirkan wajah Kristus yang penuh kasih di dunia.

Empat Tujuan Utama SAGKI 2025

Dalam arah gerak dan hasil yang diharapkan, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin menjelaskan empat tujuan utama dari penyelenggaraan SAGKI 2025, yaitu:

  1. Mengembangkan persaudaraan antara hierarki dan umat.
  2. Mewujudkan Gereja Katolik sebagai komunitas pengharapan yang berjiwa misioner.
  3. Meningkatkan peran Gereja yang relevan, signifikan, dan berkesinambungan dalam mewujudkan perdamaian.
  4. Merumuskan arah haluan Gereja Katolik Indonesia untuk lima tahun ke depan.

Dalam pelaksanaannya, SAGKI 2025 juga akan menghadirkan berbagai sesi berbagi pengalaman (sharing) dari berbagai kalangan—mulai dari orang muda, lansia, penyandang disabilitas, aktivis lingkungan, hingga tokoh lintas agama dan kepercayaan.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk meneguhkan semangat kebersamaan dan membuka ruang dialog yang inklusif, sesuai semangat Gereja yang berjalan bersama dalam perbedaan.

Penegasan Perutusan Gereja di Indonesia

Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia 2025 menjadi momentum penting bagi Gereja Katolik di Tanah Air untuk menegaskan kembali panggilannya sebagai persekutuan umat Allah yang berjalan bersama dalam pengharapan, sekaligus memperbarui semangat misioner dalam menghadirkan kasih Allah di tengah masyarakat.

“SAGKI 2025 adalah kesempatan bagi Gereja Katolik Indonesia untuk semakin bersemangat dalam menjalankan misinya demi semakin tegaknya Kerajaan Allah di bumi Indonesia,” tutup Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC. (AD)

Via Berita
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Menghidupi Iman Lewat Pelayanan, Pesan Uskup Labuan Bajo pada Misa Kamis Putih di Rekas

Katolik terkini- April 03, 2026 0
Menghidupi Iman Lewat Pelayanan, Pesan Uskup Labuan Bajo pada Misa Kamis Putih di Rekas
Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, memimpin perayaan Misa Kamis Putih di Paroki Rekas  Katolik Terkini - Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, memimpin …

Most Popular

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026
Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Maret 30, 2026
Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Maret 30, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026

Popular Post

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026
Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Maret 30, 2026
Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Maret 30, 2026

Populart Categoris

  • Berita864
  • Cerpen7
  • Doa81
  • Film18
  • Filsafat10
  • Internasional356
  • Jelajah115
  • Lifestyle201
  • Nasional131
  • Pelayanan Sosial121
  • Puisi2
  • Refleksi356
  • Sosok312
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini