-->
Telusuri
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Internasional
    • Daerah
  • Sosok
  • Humaniora
    • Humaniora
  • Refleksi
  • Lifestyle
  • Travelling
  • Sastra
    • Puisi
    • Cerpen
Katolik Terkini
Beranda Artikel Berita Humaniora Perdamaian Refleksi Paus Fransiskus Telah Tiada Tapi Teladan Kesederhanaannya akan Kekal
Artikel Berita Humaniora Perdamaian Refleksi

Paus Fransiskus Telah Tiada Tapi Teladan Kesederhanaannya akan Kekal

Katolik terkini
Katolik terkini
24 Apr, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Katolik Terkini - Senin pagi, 22 April 2025 waktu Italia, dunia dikejutkan oleh kabar duka, Paus Fransiskus wafat dalam usia 88 tahun akibat penyakit pneumonia ganda yang dideritanya. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi umat Katolik di seluruh dunia.

Sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik dan juga Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus memiliki peran penting dalam mendorong perdamaian dunia. Bahkan, sehari sebelum wafat, beliau masih sempat menyerukan gencatan senjata di Gaza, sebuah pesan terakhir yang mencerminkan komitmennya terhadap kemanusiaan.

Pemimpin yang Sederhana

Paus Fransiskus dikenal luas sebagai sosok pemimpin yang sederhana dan rendah hati. Kesederhanaannya tercermin dalam gaya hidupnya yang jauh dari kemewahan protokoler. Ia tidak menggunakan atribut kepausan yang mewah. Sepatu kulit hitamnya yang sudah usang dan salib sederhana yang bukan dari emas menjadi simbol hidupnya yang bersahaja.

Sejak terpilih menjadi Paus pada tahun 2013, beliau memilih tinggal di Wisma Santa Marta, bukan di Istana Kepausan. Pilihan simbolik ini mencerminkan keberpihakannya kepada kaum miskin dan sederhana, sebuah sikap yang konsisten beliau tunjukkan sepanjang hidup.

Kepergiannya juga meninggalkan kesan mendalam bagi umat Katolik di Indonesia. Pada kunjungannya ke Indonesia, 3–6 September 2024, Paus Fransiskus menggunakan pesawat komersial dan mobil sederhana selama di Jakarta. Bahkan, beliau duduk di samping sopir dengan kaca mobil terbuka, menyapa umat dengan cara yang sangat membumi.

Teladan kesederhanaan Paus Fransiskus tidak hanya disampaikan lewat kata-kata, tapi diwujudkan secara nyata dalam tindakan sehari-hari. Di tengah gaya hidup glamor yang sering ditampilkan oleh pemimpin dunia, beliau memilih hidup sederhana yang menggugah hati banyak orang.

Saya pribadi merenungkan, apa yang membuat Paus Fransiskus begitu bahagia, hidup dalam kemiskinan dan kesederhanaan radikal?

Jawaban yang saya temukan adalah Paus Fransiskus sungguh telah mengalami kehadiran Allah dalam hidupnya. Pilihan hidup yang radikal ini hanya bisa diambil oleh mereka yang telah selesai dengan diri sendiri, yang hidupnya sepenuhnya dipersembahkan bagi orang lain. 

Dan kekuatan seperti itu hanya bisa datang dari belas kasih Allah. Ia telah menggenapi ajaran Kristus dalam Matius 16:24–27, yaitu "menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti Aku."

Seorang Pelayan Sejati

Lebih dari sekadar pemimpin, Paus Fransiskus adalah pelayan umat. Meski memiliki kekuasaan besar sebagai Paus, beliau tetap memposisikan diri sebagai pelayan, bukan penguasa. Ia hidup dalam kemiskinan dan memilih merayakan ulang tahun bersama kaum miskin.

Pada perayaan Kamis Putih, Paus Fransiskus membasuh kaki para tahanan, sebuah tindakan simbolis yang kuat akan kerendahan hati dan pelayanan sejati. Beliau mengajarkan bahwa kekuasaan bukan untuk kemegahan diri, melainkan untuk melayani sesama.

Kepemimpinannya yang melayani membuka mata para pemimpin dunia. Kesaksian yang datang dari seluruh penjuru dunia memperkuat pandangan bahwa beliau adalah pribadi yang sederhana, murah hati, rendah hati, dan cinta damai. Bahkan, di akhir hidupnya, beliau masih menyuarakan pesan perdamaian.

Warisan Kesederhanaan yang Abadi

Sesuai wasiatnya, Paus Fransiskus akan dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore. Ia memilih dikuburkan langsung di tanah, tanpa hiasan mewah. Warisan kesederhanaan ini menjadi jejak abadi yang menginspirasi generasi masa kini dan mendatang.

Selamat jalan, Bapa Paus. Kesederhanaan dan keteladananmu akan menjadi terang dalam ziarah hidup kami di dunia ini.

Oleh: Ervino Hebri Handoko, S. Fil

Via Artikel
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

Media Sosial

facebook Like
twitter Follow
youtube Langganan
instagram Follow

Featured Post

Menghidupi Iman Lewat Pelayanan, Pesan Uskup Labuan Bajo pada Misa Kamis Putih di Rekas

Katolik terkini- April 03, 2026 0
Menghidupi Iman Lewat Pelayanan, Pesan Uskup Labuan Bajo pada Misa Kamis Putih di Rekas
Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, memimpin perayaan Misa Kamis Putih di Paroki Rekas  Katolik Terkini - Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, memimpin …

Most Popular

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026
Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Maret 30, 2026
Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Maret 30, 2026

Editor Post

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

Gagal ke New York, Guru Muda Ini Justru Temukan Iman Katolik dan Siap Dibaptis

April 12, 2025
Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Antara Hati Nurani dan Politik Opini: Tanggapan Kritis terhadap Surat Terbuka Dua Imam Keuskupan Bogor

Januari 20, 2026
Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

Modus Baru Perdagangan Manusia Terungkap: Pelaku Menyamar sebagai Misionaris Katolik

April 11, 2025
Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Gereja yang Melukai Dirinya Sendiri: Pelajaran dari Keuskupan Bogor

Januari 19, 2026

Popular Post

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Karya Pertama dari Indonesia, Patung Yusuf Arimatea Dipersembahkan kepada Paus Leo XIV di Vatikan

Maret 30, 2026
Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

Rabu Suci: Antara Kesetiaan dan Pengkhianatan yang Sunyi

April 01, 2026
Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Momen Istimewa Minggu Palma di Werang, Dipimpin Langsung oleh Uskup Labuan Bajo

Maret 30, 2026
Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Gereja yang Hadir dan Peduli: Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo ke Rumah Shelter

Maret 30, 2026

Populart Categoris

  • Berita864
  • Cerpen7
  • Doa81
  • Film18
  • Filsafat10
  • Internasional356
  • Jelajah115
  • Lifestyle201
  • Nasional131
  • Pelayanan Sosial121
  • Puisi2
  • Refleksi356
  • Sosok312
  • Teologi68
Katolik Terkini

Tentang Kami

Katolik Terkini adalah platform berita online independen yang memiliki komitmen kuat untuk menyajikan informasi, berita, dan data seputar Gereja Katolik, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Kontak kami: katolikterkini@gmail.com

Follow Us

© KATOLIK TERKINI oleh Katolik Terkini
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • Daftar Isi Katolik Terkini